Berbagai negara dikabarkan akan mulai mencabut aturan lockdown usai kasus corona (COVID-19) mulai menurun, harga emas dunia justru terus alami penurunan. Jadi berapa?
- Ruth Meliana
- Rabu, 29 April 2020 - 08:46 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) masih menciptakan krisis darurat di berbagai belahan dunia. Sejumlah negara masih berperang melawan wabah virus corona yang masih mengalami peningkatan status, sementara sejumlah negara lainnya ada yang sudah mengalami penurunan kasus COVID-19.
Berbagai negara di Erpoa dan negara bagian AS yang sudah mulai bisa mengatasi wabah virus corona pun menyatakan akan segera mencabut kebijakan lockdown yang diterapkan. Keputusan tersebut langsung berdampak pada harga emas dunia saat ini.
Harga emas pada akhir perdagangan Selasa (28/4) kemarin dilaporkan kembali mengalami penurunan. Selain akibat keputusan mencabut lockdown, harga emas yang merosot ini juga dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil surat utang AS membangkitkan minat investor terhadap aset-aset berisiko.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh 11,8 dolar AS atau 0,68 persen, menjadi ditutup pada 1.723,8 dolar AS per gram. Emas berjangka turun 9,8 dolar AS atau 0,56 persen, menjadi 1.735,6 dolar AS per gram pada akhir pekan lalu.
Dilansir Yahoo News, fokus pedagang di beberapa bagian negara AS dan Eropa saat ini adalah beralih ke aset-aset risiko. Kebijakan untuk mencabut lockdown membuat berbagai pengusaha menjadi lebih berani untuk kembali terjun ke pasar saham demi mencari keuntungan.
Sementara itu, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 271,25 poin atau 1,14 persen ke level 24.046,52 pada pukul 17.55 GMT. Namun logam mulia didukung ketika indeks dolar AS turun 0,29 poin atau 0,29 persen ke level 100,09 pada pukul 17.50 GMT.
Meski mulai berani beralih ke aset berisiko, namun para analis pasar berpendapat bahwa investor tetap khawatir atas efek jangka menengah dan jangka panjang. Pasalnya, aset berisiko masih menyebabkan inflasi dimasukkan ke dalam ekonomi global oleh pemerintah-pemerintah dalam upaya untuk mencegah depresi ekonomi akibat COVID-19.
”Sementara latar belakang makro yang lebih luas tetap mendukung harga emas dalam waktu dekat, mereka juga melacak imbal hasil nyata paling dekat,” jelas Analis Standard Chartered Bank Suki Cooper, seperti dilansir dari Reuters. “Imbal hasil surat utang AS berdetak lebih tinggi pagi ini dan berakhir lebih tinggi yang membebani harga emas.”
”Pembelian safe-haven terus mendukung emas terutama melalui arus masuk ETF (exchange-traded fund) dan permintaan investor ritel yang berkelanjutan,” sambungnya. “Jadi jika kita melihat ekonomi yang berbeda mulai dibuka kembali, kita mungkin melihat beberapa permintaan safe-haven mulai berkurang.”
(wk/lian)