Dukungan Clinton untuk Biden ini diberikan setelah sejumlah senator AS, termasuk Elizabeth Warren dan Bernie Sanders, juga mantan presiden Barack Obama melakukan langkah serupa.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 29 April 2020 - 15:03 WIB
WowKeren - Mantan kandidat Presiden AS, Hillary Clinton, menyatakan dukungannya kepada mantan wapres Joe Biden, untuk bertarung melawan Presiden Donald Trump dalam pemilu nasional pada November nanti.
"Ini adalah momen ketika kita membutuhkan seorang pemimpin, seorang Presiden seperti Joe Biden," tutur mantan Menteri Luar Negeri AS tersebut saat bergabung dengan Biden dalam sebuah konferensi video mengenai dampak virus corona terhadap perempuan.
"Coba pikirkan, akan berbeda situasinya saat ini jika sekarang kita mempunyai seorang presiden yang menyimak sains," kata Clinton lagi, seperti dikutip dari The Jakarta Post pada Rabu (29/4). "Jadi ini adalah saat di mana kita memerlukan seorang pemimpin seperti Joe Biden. Joe Biden telah mempersiapkan momen ini seluruh hidupnya."
Hillary Clinton sendiri sebelumnya dikalahkan oleh Donald Trump dengan hampir tiga juta suara di seluruh AS pada 2016. AS memutuskan pemilihan presidennya secara Electoral College, di mana hasil di masing-masing 50 negara bagian adalah yang terpenting dari kemenangan. Clinton kalah dalam perolehan suara di beberapa negara bagian penting, sehingga memberi Trump semua suara elektoral di negara-negara bagian itu dan menang secara nasional.
Dukungan Clinton bagi kandidat calon Presiden dari partai Demokrat itu diberikan setelah sejumlah senator AS, termasuk Elizabeth Warren dan Bernie Sanders, juga mantan presiden Barack Obama, mantan wapres Al Gore, dan ketua DRP AS Nancy Pelosi, melakukan langkah serupa pada Biden.
Dukungan dari Clinton ini muncul saat Biden berjuang untuk mempertahankan profil tinggi selama pandemi COVID-19 dan mempertahankan momentum yang telah ia bangun dalam perjalanan cepatnya menjadi capres dari partai Demokrat.
Selain dari para pemimpin Demokrat saat ini dan masa lalu, Biden juga telah mendapat dukungan dari beberapa pemangku kepentingan utama lainnya, seperti Gubernur Negara Bagian Washington Jay Inslee, seorang juru kampanye perubahan iklim terkemuka, dan serikat pekerja United Auto Workers yang memiliki 400 ribu anggota.
Dukungan-dukungan itu membuat Biden muncul dalam serangkaian berita utama pada saat kampanyenya ditunda karena wabah virus corona. Hal itu terjadi ketika Presiden AS Donald Trump menarik perhatian media dengan arahan di Gedung Putih yang dinilai sangat agresif.
Sebagai informasi tambahan, Joe Biden merupakan wakil presiden AS pada 2009 hingga 2017 semasa pemerintahan Barack Obama. Kini Biden menjadi kandidat terkuat dari Demokrat usai Sanders memutuskan menunda kampanye presidensialnya.
(wk/luth)