Keberadaan Kim Jong Un masih menjadi misteri, ‘lenyapnya’ pemimpin Korea Utara tersebut justru diyakini karena sedang bersembunyi dari pandemi virus corona (COVID-19).
- Ruth Meliana
- Kamis, 30 April 2020 - 10:50 WIB
WowKeren - Kabar meninggalnya pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un masih menciptakan berbagai spekulasi dari masyarakat dunia. Seperti yang diketahui, Kim Jong Un memang dikabarkan dalam kondisi buruk setelah menjalani operasi jantung beberapa waktu yang lalu. Kabar kematian Kim Jong Un sendiri telah dibantah pihak Korea Selatan.
Publik sendiri mulai menyadari lenyapnya Kim Jong Un setelah pemimpin Korut tersebut tidak hadir dalam perayaan ulang tahun mendiang sang kakek, Kim Il-sung pada 15 April lalu. Padahal, Kim Jong Un selama ini tidak pernah absen dalam perayaan tersebut.
Pejabat Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) saat ini berspekulasi jika Kim Jong Un sedang bersembunyi lantaran menghindari wabah virus corona. Menteri Unifikasi Korsel, Kim Yeon-chul mengatakan sangat masuk akal jika Kim tidak hadir dalam peringatan tersebut sebagai sebuah tindakan pencegahan pandemi virus corona.
”Saya pikir itu sangat tidak biasa mengingat situasi saat ini," ujar Yeon-chul dalam rapat bersama parlemen Korea Selatan di Seoul, Rabu (29/4). “Memang benar bahwa dia (Kim Jong-un) tidak pernah melewatkan peringatan HUT Kim Il-sung sejak ia berkuasa, tetapi banyak acara peringatan termasuk perayaan dan perjamuan yang dibatalkan Korea Utara karena masalah pandemi virus corona.”
Lebih lanjut Kim menjelaskan jika lenyapnya Kim Jong Un saat ini bukanlah hal janggal. Pasalnya, Kim Jong Un juga pernah menghilang hingga dua kali di pertengahan Januari lalu. Oleh sebab itu, kabar meninggalnya Kim Jong Un hingga rumor operasi jantung diyakini sebagai berita hoaks.
”Saya tidak berpikir ini peristiwa tidak biasa terutama melihat keadaan saat ini (di tengah wabah virus corona)," kata Kim seperti dilansir The Straits Times beberapa waktu lalu. “Pemerintah (Korsel) mengetahui lokasi Kim Jong Un.”
Sementara itu, AS sebelumnya sempat mendapatkan sebuah gambar satelit yang ditinjau oleh proyek pemantauan Korut berbasis di Washington. Dalam gambar tersebut, mereka melihat sebuah kereta api khusus yang diduga milik Kim. Kereta ini terpantau berada di sebuah resor.
Kepala media Asia Press di Osaka yang juga mengoperasikan jaringan jurnalis warga di Korut, Jiro Ishimaru menyatakan bahwa gambar satelit tersebut justru membuktikan Kim sedang di isolasi. Hal ini seolah membuktikan bahwa virus corona telah menyebar di dalam negeri. Pasalnya, Korut selama ini selalu mengklaim bebas dari virus corona sehingga membuat banyak pihak yang skeptis.
”Saya tidak berpikir Kim sudah mati. Jika itu masalahnya akan ada lebih banyak gerakan yang dapat diidentifikasi,” ujar Ishimaru. “Satu teori adalah bahwa dia sendiri yang terinfeksi virus atau orang-orang di sekitarnya memilikinya dan dirinya hanya berusaha menghindar.”
Ishimaru mengatakan ada kemungkinan bahwa pemerintahan Kim sengaja mengirim kereta ke Wonsan supaya terlihat di citra satelit. Hal ini untuk memberikan kesan bahwa Kim sedang beristirahat dan bersenang-senang, namun pada kenyataannya dia mengisolasi diri di tempat lain.
(wk/lian)