2 Pekerja Meninggal Karena Corona, Sampoerna Buka Suara Soal Nasib Karyawan Lainnya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dua orang pekerja di pabrik Sampoerna, Rungkut, Surabaya, dilaporkan meninggal dunia akibat positif terinfeksi COVID-19. Sebanyak 163 orang lantas telah menjalani swab test.

WowKeren - Pihak PT HM Sampoerna buka suara usai puluhan pekerjanya di Rungkut, Surabaya, terindikasi positif corona (COVID-19) usai menjalani rapid test. Ratusan pekerja tersebut diduga tertular dari 2 karyawan positif COVID-19 yang kini telah meninggal dunia.

Direktur Urusan Eksternal PT HM Sampoerna, Elvira Lianita, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan keselamatan dan kesehatan karyawan. Oleh sebab itu, Sampoerna menghentikan kegiatan produksi di pabrik Rungkut untuk sementara.

"Sesuai dengan peraturan yang berlaku (PERGUB JATIM No 18/2020 dan PERWALI No 16/2020 tentang PSBB), kami memutuskan untuk melakukan penghentian sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2 sejak tanggal 27 April 2020 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian," jelas Elvira pada Kamis (30/4). "Penghentian sementara ini bertujuan agar kami dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2 guna menghentikan tingkat penyebaran virus COVID-19 yang saat ini telah berdampak pada beberapa karyawan kami di lokasi tersebut."

Lebih lanjut, Elvira mengaku telah menyerahkan data dan informasi terkait para karyawan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya dan Jawa Timur. "Dengan memegang prinsip perlindungan data pribadi atas karyawan kami yang terdampak, maka kami tidak memberikan data dan informasi kepada pihak lain selain pihak yang berwenang," terang Elvira.


Selain itu, Elvira juga mengaku telah menerapkan protokol yang dianjurkan sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di antaranya adalah penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan contact tracing, meminta karyawan untuk karantina mandiri, melakukan test COVID-19, dan bekerjasama dengan rumah sakit setempat.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan dan kesehatan para karyawan kami dengan menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah," ujar Elvira. "Serta terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan Gugus Tugas di tingkat Kota dan Provinsi untuk mencegah penyebaran."

Terkait nasib para karyawannya, Elvira menjelaskan bahwa pihaknya terus memastikan untuk memberi dukungan dan bertanggung jawab kepada komunitas. Karyawan yang terdampak diberikan cuti dan menerima gaji seperti biasa.

"Selain mematuhi semua peraturan yang berlaku dan menjalankan protokol kesehatan, Sampoerna memastikan bahwa kualitas produk merupakan prioritas perusahaan," tutur Elvira. "Untuk itu, kami melakukan karantina produk selama lima hari sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen dewasa, atau dua hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan COVID-19 yang disarankan oleh European CDC (European Centre for Disease Prevention and Control) dan juga World Health Organization (WHO) yang mengatakan bahwa COVID-19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts