Dengan terapi plasma darah, antibodi di tubuh penyintas COVID-19 diambil dan didonorkan ke pasien yang masih dirawat. Belum lama ini 1 pasien di Australia diklaim sembuh akibat terapi tersebut.
- Elvariza Opita
- Kamis, 30 April 2020 - 18:41 WIB
WowKeren - Terapi plasma darah mulai banyak dilirik untuk menyembuhkan pasien COVID-19. Lewat terapi ini, plasma darah dengan kandungan antibodi "musuh" virus Corona diambil dari penyintas COVID-19, kemudian didonorkan kepada pasien yang masih dalam perawatan.
Terapi ini sudah dilakukan di beberapa negara dan terus diikuti perkembangannya. Dan baru-baru ini, 2 pasien di Australia diklaim berhasil sembuh dari COVID-19 usai menjalani terapi tersebut.
Mereka adalah Marvin Griffin dan Connie Griffin, pasangan suami istri yang dinyatakan positif COVID-19 sekitar 2 pekan lalu. Keduanya pun dirawat di Rumah Sakit Premier Health Systems, Australia.
Kondisi keduanya selama dirawat pun cukup mengkhawatirkan. Sebab pasangan yang telah menikah selama 33 tahun itu pernah mengalami kesulitan bernapas sampai selama 24 jam dan harus dipindahkan ke ruang ICU serta menggunakan ventilator.
"Jika saya akan kehilangan salah satu dari mereka, itu akan seperti setengah duniaku hilang," ujar Heather Griffin, anak dari pasangan tersebut, seperti dilansir dari ABC, Kamis (30/4).
Kondisi keduanya yang lemah membuat Heather memberanikan diri mengambil kesempatan terapi plasma darah. Namun hanya sang ibu, Connie, yang menerima terapi karena ada riwayat penyakit lain serta kekebalan tubuh yang rendah.
Antibodi penyintas diambil tiga hingga empat minggu setelah pulih dari COVID-19. Antibodi penyintas lantas disuntikkan ke tubuh Connie dan memberikan hasil positif sekitar 6 hari setelahnya.
Kala itu ventilator yang membantu Connie bernapas akhirnya dicabut. "Saya tidak tahu bahwa saya telah berhasil sembuh dengan perawatan itu," ujar Connie.
Dari ranjang tempatnya menjalani terapi, Connie menyampaikan pesan emosional kepada penyintas COVID-19 yang mendonorkan plasmanya. Dia berkata plasma itu telah menyelamatkan nyawanya.
"Saya sangat bersyukur bahwa Anda memberikan donasi kehidupan untuk saya," tuturnya. "Jika mereka tidak menyumbang, mungkin saya tidak akan pulih. Saya hanya bisa berterima kasih banyak kepada mereka."
Meski sudah dinyatakan negatif, namun Connie masih harus masuk rehabilitasi terlebih dahulu selama beberapa hari sebelum diperbolehkan pulang. Namun setidaknya kondisi kesehatan Connie yang membaik menunjukkan bukti bahwa terapi plasma berhasil menyembuhkan pasien COVID-19.
(wk/elva)