Aksi baku tembak baru saja dilakukan oleh militer Korut dan Korsel di zona demiliterisasi pada Minggu (3/5) waktu setempat. Insiden tersebut membuat Menlu AS Mike Pompeo turut buka suara.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 04 Mei 2020 - 08:31 WIB
WowKeren - Korea Utara dan Korea Selatan dilaporkan saling melepas tembakan yang dilakukan oleh militer kedua negara di zona demiliterisasi pada Minggu (3/5) waktu setempat. Menanggapi kabar ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, mengklaim bahwa baku tembak antara dua negara tersebut adalah kecelakaan semata.
"Sejumlah tembakan datang dari utara. Kami kira itu adalah kecelakaan," kata Mike Pompeo dalam sebuah wawancara.
Pompeo juga menerangkan bahwa Korea Selatan segera membalas serangan yang dilancarkan oleh Korut. Menlu AS tersebut juga menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Sebelumnya, Kantor Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan dalam rilis resmi menyatakan, tentara mereka ditembaki di pos perbatasan oleh pasukan Korea Utara. "Militer kami merespons dengan menembak dua kali sekaligus memberi peringatan sesuai prosedur," kata JCS yang menambahkan, tak ada korban dari pihak mereka.
Militer Korea Utara dilaporkan menjadi pihak pertama yang meletuskan tembakan ke arah Selatan Zona Demiliterisasi. Aksi ini lantas mendorong Korea Selatan untuk membalasnya.
Sebagai informasi, zona demiliterisasi merupakan tempat yang membagi kawasan semenanjung. Adu senjata semestinya tak terjadi di sana, sesuai dengan namanya "demiliterisasi", sehingga apa yang terjadi hari ini cukup langka. Kepala staf gabungan dalam pernyataannya menjelaskan, satu pos penjagaan Korea Selatan diserang beberapa tembakan dari Utara.
Korea Selatan mengatakan sedang berkomunikasi dengan Korea Utara melalui hotline militer mereka untuk menentukan penyebab insiden itu. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan mengenai alasan baku tembak itu terjadi.
Sementara itu, insiden baku tembak ini terjadi setelah Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, muncul kembali ke hadapan publik usai absen selama 20 hari. Terkait hal ini, Pompeo sendiri menyebutkan bahwa AS sudah tahu kalau Kim baik-baik saja sebelum pemimpin Korut tersebut perdana tampil lagi di depan publik.
"Kami sudah melihat gambar seperti yang dilihat dunia, bahwa Pemimpin Kim terlihat sehat dan baik-baik saja," terang Menteri berusia 56 tahun tersebut.
Pompeo juga menerangkan kalau misi Washington masih sama. Yakni meyakinkan Pyongyang agar bersedia meletakkan senjata nuklir mereka, atau yang kerap disebut dengan istilah denuklirisasi.
(wk/luth)