Seorang dokter ahli bedah dari layanan kesehatan Inggris (NHS) membagikan pengalamannya yang dirawat dengan menggunakan obat remdesivir saat terinfeksi virus corona (COVID-19).
- Nidya Putri
- Selasa, 12 Mei 2020 - 15:52 WIB
WowKeren - Seorang dokter dari layanan kesehatan Inggris (NHS) membagikan pengalamannya saat berjuang melawan virus corona (COVID-19). Adalah dr Geraldine McGroarty yang menceritakan jika kondisinya sempat buruk kala terinfeksi virus mematikan tersebut.
Ia bahkan menceritakan bahwa dirinya sering merasa kesulitan bernapas. Dokter yang merupakan ahli bedah berusia 30 tahun ini pun harus menjalani hari-harinya seorang diri dalam perawatan intensif, berjuang untuk bisa tetap bernapas. Selain itu, ia juga dilaporkan mengalami demam tinggi hingga 40 derajat celcius.
"Saya merasa sangat buruk, sangat lemah dengan demam 40 derajat celcius yang tidak dapat dikendalikan," ungkapnya, menceritakan perawatannya saat di Rumah Sakit Royal Free di London. "Sebelumnya hari itu di rumah, detak jantungku melonjak tiga kali lipat dan batuk hebat. Aku juga punya perasaan tegang yang tidak nyaman di dadaku. Aku ingin mengambil napas dalam-dalam dan tidak bisa. Aku tidak bisa berbicara banyak karena aku sangat sesak napas."
Dalam wawancaranya bersama BBC, dokter yang bekerja di Rumah Sakit King's College ini bersyukur bisa menerima pengobatan remdesivir. Ia mendapatkan pengobatan tersebut sehari setelah dilarikan ke rumah sakit karena terinfeksi virus corona parah pada 5 April. "Saya tidak tahu banyak tentang obat itu, tetapi saya ingin memberi diri saya kesempatan terbaik untuk melawan COVID-19 dan bertahan hidup," katanya.
Beruntung, pada akhirnya kondisinya mengalami mengalami peningkatan atau membaik dua hari setelahnya, bahkan ia sudah bisa melepaskan ventilator. "Itu benar-benar berbalik dengan sangat cepat," ungkapnya.
"Saya pulang ke rumah hanya tiga hari setelah saya diberi obat," sambungnya. "Saya tidak bisa mengatakan dengan pasti mengapa saya tiba-tiba menjadi lebih baik, tetapi saya percaya itu tergantung pada itu (obat remdesivir)."
Kini Geraldine dilaporkan telah kembali pulih dan sudah kembali bekerja paruh waktu. Meski begitu ia masih sedikit kelelahan dan terkadang kehabisan napas dengan cepat. "Mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk sepenuhnya pulih dari ini. Jangan meremehkan Covid-19 atau melebih-lebihkan seberapa baik tubuh Anda akan melawannya," tegas Geraldine dilansir The Sun, Selasa (12/5).
Geraldine menjadi salah satu pasien yang mengikuti uji coba obat remdesivir Corona dan menunjukkan hasil yang baik, laporannya termasuk dalam muatan jurnal soal keberhasilan obat remdesivir yang terbit akhir Mei. Perlu diketahui, sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengesahkan penggunaan remdesivir sebagai obat darurat pasien COVID-19.
(wk/nidy)