Rusia Laporkan 10 Ribu Kasus COVID-19 Per Hari Selama Dua Pekan Berturut-Turut
AP
Dunia

Kendati jumlah kasus terus mengalami peningkatan, namun sekitar 500 ribu karyawan perusahaan yang terlibat dalam industri dan konstruksi diizinkan untuk melanjutkan pekerjaan mereka sejak Selasa (12/5).

WowKeren - Selama dua pekan berturut-turut, Rusia telah melaporkan lebih dari 10 ribu kasus virus corona (COVID-19) per harinya. Rusia melaporkan sekitar 10,028 kasus baru pada Rabu (13/5) waktu setempat. Jumlah tersebut menambah total kasus COVID-19 menjadi lebih dari 242 ribu jiwa di Rusia. Hingga saat ini, Rusia sudah melakukan tes ke lebih dari 5,9 juta warganya.

Ibu Kota Rusia, Moskow, dideteksi sebagai wilayah paling parah terkena dampaknya. Di Moskow saja, sudah ada lebih dari 5 ribu kasus dalam 24 jam hingga Rabu (13/5). Dikutip dari media lokal The Moscow Times, Presiden Vladimir Putin memperingatkan bahwa wabah di negara itu belum mencapai puncak.

Kendati angka kasus terus meningkat, namun Vladimir Putin mengumumkan bahwa periode "tidak bekerja" yang berlaku selama enam pekan akan dicabut mulai Selasa (12/5). Sedangkan kebijakan lockdown atau karantina wilayah di Moskow akan tetap ada hingga akhir Mei.

Disebutkan bahwa pekerja pabrik dan konstruksi di Rusia mulai bekerja kembali pada Selasa (12/5), sekalipun angka kasus baru COVID-19 masih tinggi. Sekitar 500 ribu karyawan perusahaan yang terlibat dalam industri dan konstruksi diizinkan untuk melanjutkan pekerjaan mereka dengan syarat wajib mengenakan masker dan sarung tangan di toko-toko dan di angkutan umum.


Sementara itu, meski angka kasus terus melonjak naik, namun perlu dicatat bahwa tingkat kematian yang dilaporkan di negara itu tetap relatif rendah. Pejabat memuji upaya pengujian dan pelacakan yang meluas, meskipun kritik telah meragukan jumlahnya, sebab Rusia menggunakan metode klasifikasi yang berbeda untuk menghitung orang yang sakit.

Lebih dari setengah kasus dan kematian akibat COVID-19 terjadi di Moskow. Kendati jumlah kasus baru terus melonjak, namun tingkat kematian melambat dalam beberapa hari belakangan dan masih jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara lain. Rusia sendiri mencatatkan sebanyak 2,212 kematian akibat corona hingga berita ini ditulis.

Rusia menyebutkan tingkat kematiannya yang lebih rendah karena wabah corona di negara tersebut terjadi lebih lambat daripada di banyak negara lain sehingga memberi otoritas waktu lebih banyak untuk bersiap-siap.

Di sisi lain, sejumlah pejabat tingkat tinggi Rusia juga diketahui turut menyumbang angka kasus virus corona. Sebut saja juru bicara Putin, Dmitry Peskov, yang baru saja menyatakan dirinya positif terinfeksi COVID-19. Lalu ada Perdana Menteri Mikhail Mishustin yang didiagnosis mengidap COVID-19 pada akhir April dan kini tengah berada dalam masa pemulihan.

Kemudian di awal bulan Mei ini, Menteri Kebudayaan Olga Lyubimova dan Menteri Konstruksi Vladimir Yakushev serta beberapa deputinya juga dinyatakan positif terpapar corona.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait