Selama ini Tiongkok memang dituduh menutupi jumlah kematian akibat COVID-19 dan tidak bereaksi cukup cepat pada wabah saat masa awal. Hal ini membuat Tiongkok menjadi 'musuh' negara lainnya.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 15 Mei 2020 - 10:37 WIB
WowKeren - Penanganan pandemi virus corona (COVID-19) di Tiongkok dapat menyebabkan negara Tirai Bambu tersebut dikucilkan dari tatanan ekonomi global baru. Mantan Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Ekonomi, Long Yongtu, menyebut hal tersebut merupakan salah satu kekhawatiran Beijing atas dampak jangka panjang pandemi COVID-19.
"Tiongkok adalah peserta penting dalam globalisasi," ujar Long Yongtu, sebagaimana dikutip dari The Telegraph pada Jumat (15/5).
Menurutnya, COVID-19 telah mendatangkan malapetaka pada rantai pasokan di seluruh dunia dan mengekspos Tiongkok pada risiko sebagai produsen utama. Gangguan itu juga menyebabkan kekhawatiran atas hilangnya kepercayaan terhadap globalisasi.
Seperti yang diketahui, selama ini Tiongkok memang dituduh menutupi jumlah kematian akibat COVID-19 dan tidak bereaksi cukup cepat terhadap wabah saat masa awal. Banyak yang berpendapat, Tiongkok meremehkan virus tersebut dan akhirnya justru memperlambat respons global terhadap pandemi.
Bukan hanya itu saja, sejumlah negara di dunia pun secara terbuka menuding Tiongkok sebagai dalang utama di balik wabah ini. Namun, meski Tiongkok saat ini seakan menjadi "musuh negara lain", Long tetap optimistis tentang prospek jangka panjang untuk globalisasi. Dia tidak meramalkan investasi asing akan meninggalkan negaranya tersebut.
"Karena industri manufaktur tetap kuat di Tiongkok, bersama dengan pasar domestik yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang dipimpin oleh investasi, pandemi ini tidak akan merusak Tiongkok cukup parah setelah pandemi berakhir," kata Long Yongtu menambahkan.
Dia percaya Tiongkok masih menarik untuk investasi asing. "Ketika Tiongkok meningkatkan lingkungan investasi setelah wabah, peluang baru dan infrastruktur ekonomi akan menarik investasi asing," kata Long.
Dalam lanjutan keterangannya, Long Yongtu lantas meminta Tiongkok lebih membuka pasar domestiknya kepada investor asing. Perusahaan-perusahaan di Tiongkok akan didorong mengejar lebih banyak merger dan akuisisi di luar negeri. Hal itu sebagai upaya untuk mengintegrasikan Tiongkok lebih jauh ke dalam rantai industri global.
(wk/luth)