Choky Sitohang dan Olivia Zalianty Ikut Beri Penjelasan Soal Teori Konspirasi Covid-19
Instagram
Selebriti

Choky Sitohang dan Olivia Zalianty ikut memberikan tanggapan mengenai wabah virus corona yang berlangsung saat ini. Begini tanggapan Choky dan Olivia soal teori konspirasi virus Covid-19.

WowKeren - Pembawa acara Choky Sitohang menyebut bahwa figur publik merupakan sosok penting dalam memberikan dukungan untuk memerangi pandemi virus Covid-19. Baginya, figur publik memiliki kekuatan utama seperti reputasi dan prestasi yang dikenal masyarakat untuk menjadi tauladan.

Selain itu, Choky beranggapan bahwa suara para figur publik akan lebih didengar dan diikuti oleh masyarakat melalui kampanye atau kegiatan positif lainnya. Apalagi ketika seorang pesohor menyampaikan sesuatu dapat berpengaruh secara psikologi terhadap para penggemarnya.

"Bagaimana seorang pesohor itu ketika menyampaikan sesuatu itu berpengaruh secara psikologi, karena masyarakat merasa mengenal dia dari karya-karyanya,” ungkap Choky di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta pada Sabtu (16/5) dilansir dari iNews.id.

Sebagai seorang figur publik, Choky pun melakukan upaya-upaya untuk menekan penyebaran virus Covid-19 dengan bekerja dari rumah selama kurang lebih dua bulan. Meski begitu, Choky tak menampik jika dirinya mendapatkan kerugian akibat virus tersebut. Namun, Choky berusaha untuk menyesuaikan dengan pola hidup baru.

"Kegiatan utama semua dimulai dari rumah. Benar-benar semua dari rumah. Tentu ini ada kerugian dari sisi kami. Ini semua adalah risiko yang memang bukan hanya kami saja yang hadapi. Saya yakin kita semua juga menghadapi hal yang sama. Tetapi apa yang menjadi anjuran pemerintah adalah yang terbaik bagi kami,” ungkap Choky.


Satu pemikiran dengan Choky, Olivia Zalianty juga melihat kehadiran figur publik sangat berperan, misalnya dalam upaya gotong royong melalui berbagai kegiatan. Sebab, dalam menghadapi musibah wabah corona ini harus dilakukan secara bersama-sama.

"Musibah ini membangkitkan semangat gotong royong kita. Mungkin pemerintah melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun justru hal itu juga membangkitkan bahwa ini saatnya kita menunjukkan kita bisa bergotong royong dengan skala besar,” tutur Olivia.

Selain itu, telah banyak perbedaan pendapat mengenai penyebaran virus corona. Perbedaan itu tentu menimbulkan beragam opini masyarakat, termasuk munculnya teori konspirasi. Namun, hal yang perlu digarisbawahi adalah pentingnya pemahaman mengenai sesuatu yang telah terbukti dan berdasarkan hasil penelitian para ahli.

"Teori boleh ada, pemikiran orang boleh berkembang, khayalan imajiasi adalah salah satu cara bertahan hidup, kita hargai. Tapi apa yang penting adalah apa yang ada di depan mata. Jadi ketika hasilnya sudah ada, menelan korban jiwa, penyebaran virusnya begitu cepat ini sudah kita baca literasinya. Ini fakta itu data. Dan kita tidak perlu membingungkan diri kita dan mengajak banyak orang lain untuk ikut bingung dengan teori yang dasarnya belum dapat dibuktikan," jelas Choky.

"Apa pun yang terjadi, mau konspirasi atau ini virus hoaks atau apa, yang pasti Tuhan mengizinkan. Karena ini terjadi. Apapun itu, kita berusaha mengambil hikmah saja yang terbaik,” pungkas Olivia.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts