Klaster klub malam di Distrik Itaewon menyebabkan Korsel menunda kembali pembukaan sekolah mereka pasca wabah virus Corona melanda. Namun mulai hari ini sekolah resmi kembali dibuka.
- Elvariza Opita
- Rabu, 20 Mei 2020 - 17:51 WIB
WowKeren - Korea Selatan sudah berencana membuka kembali sekolah mereka sekitar pekan lalu. Kebijakan ini diambil lantaran kurva perkembangan kasus positif COVID-19 di negara tersebut sudah melandai.
Namun mendadak pemerintah Korsel dibuat geger dengan temuan kasus positif di klub malam di distrik Itaewon. Sebab pria yang terkonfirmasi positif di klaster itu dilaporkan menjadi super spreader kedua dengan menularkan penyakitnya ke ratusan orang.
Alhasil rencana membuka kembali sekolah ditunda akibat kejadian tersebut. Dan setelah menanti sepekan, akhirnya pendidikan di Korsel dilaporkan bisa kembali berjalan normal.
Dilansir dari AFP, ratusan siswa di Korsel dilaporkan sudah kembali ke sekolah per hari ini, Rabu (20/5). Dengan demikian pendidikan di Korsel kembali aktif setelah tahun ajarannya ditunda selama 2 bulan lebih.
Berdasarkan pantauan di lapangan, siswa-siswa terlihat berbaris rapi untuk pemeriksaan suhu tubuh. Mereka juga diberikan hand sanitizer sebelum masuk ke lingkungan sekolah. Uniknya lagi, guru sudah siap menyambut mereka dengan salam siku.
"Aku sangat senang akhirnya bisa kembali bertemu dengan teman-teman dan guruku secara langsung," ujar Oh Chang-Hwa, Ketua Dewan Siswa di SMA Kyungbock, Seoul. "Tapi kami harus sangat mematuhi protokol kesehatan dan disinfeksi."
"Aku sebenarnya sangat khawatir," imbuh Oh. "Namun aku sangat senang bisa kembali bertemu dengan mereka."
Saat ini Korsel baru mengizinkan sekitar 440 ribu siswa tingkat akhir untuk masuk sekolah. Pasalnya siswa tingkat akhir akan menghadapi ujian masuk universitas pada Desember 2020 mendatang, sehingga sangat penting untuk mereka segera melanjutkan pendidikan formal.
Sedianya siswa tahun-tahun berikutnya akan berangsur kembali ke sekolah dalam beberapa pekan ke depan. Namun siswa tingkat bawah ini pun akan dibagi dalam shift kelas offline dan online sehingga gedung sekolah tidak dipenuhi massa dalam jumlah besar.
Di dalam sekolah pun sudah ditata sedemikian rupa agar jarak antarindividu terjaga. Siswa diharuskan untuk membersihkan bangkunya setiap hendak duduk dan antar meja pun bahkan diberi pemisah.
"Kami sangat mengantisipasi terhadap kemungkinan penularan virus," ujar Menteri Pendidikan Korsel, Yoo Eun-Hae. "Karena tidak ada seorang pun yang tahu apa yang bisa terjadi di sekolah."
(wk/elva)