Surabaya Larang Takbir Keliling Cegah Corona, Kelompok Luar Kota Masuk Bakal Dikembalikan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Melalui surat edaran, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan empat poin penting terkait pelaksanaan takbir keliling saat malam Idul Fitri 1441 Hijriah.

WowKeren - Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya guna menekan penularan kasus positif corona (COVID-19). Seperti diketahui, Surabaya telah menjadi episenter kasus corona di Jawa Timur dengan jumlah pasien terbanyak di antara kabupaten/kota lainnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menghindarkan kegiatan yang berpotensi memicu kerumunan massa, misalnya aktivitas takbir keliling.


Melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya tertanggal 17 Mei 2020, Nomor 443/4591/436.8.4/2020, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melarang warga untuk menggelar takbir keliling di malam 1 Syawal Idul Fitri 1441 Hijriah. Adapun surat tersebut sudah diteruskan ke camat, lurah, dan seluruh pengurus masjid maupun musala.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto membeberkan poin yang tertuang dalam SE tersebut. Salah satunya yakni tidak melakukan takbir keliling, baik di jalan raya maupun dengan berjalan kaki sambil mengumpulkan massa.

"Terkait SE larangan takbir keliling," kata Eddy di Balai Kota, Jumat (22/5). "Intinya itu meminta dengan sangat kepada seluruh warga masyarakat, takmir masjid untuk tidak melaksanakan takbir keliling."

Sehingga masyarakat diimbau untuk melakukan takbir di rumah. Sedangkan untuk takbir di musala atau masjid dilakukan oleh pengurus atau takmir saja namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu tertuang dalam poin kedua.

"Takbir bisa dilaksanakan oleh takmir musala atau masjid, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," lanjut Eddy. Lalu di poin ketiga terkait takbir keliling yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dari luar kota.

Eddy mengatakan jika petugas yang ada di perbatasan atau check point akan melarang kelompok takbiran yang hendak masuk ke Surabaya. "Nanti petugas cek point perbatasan, ketika ada kelompok takbir keliling dari kabupaten atau kota lain yang ingin masuk Surabaya, akan kita kembalikan agar tidak masuk," tegasnya.

Di poin terakhir, Risma mengimbau masyarakat untuk tetap menggemakan takbir saat malam Idul Fitri. Hal itu sebagai ungkapan rasa syukur.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts