Brasil Jadi Negara dengan Kasus COVID-19 Tertinggi Kedua di Dunia
AFP
Dunia
Pandemi Virus Dunia

Kendati demikian, Presiden Jair Bolsonaro terus mengabaikan ancaman COVID-19. Alih-alih mengendalikan, dia malah mengatakan bahwa karantina dan lockdown bisa berdampak buruk pada ekonomi Brasil.

WowKeren - Brasil kini menjadi negara dengan kasus virus corona (COVID-19) terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Hal ini terjadi setelah Kementerian Kesehatan Brasil mengumumkan 20,803 kasus baru pada Jumat (22/5) waktu setempat, sehingga total kasus menjadi 330,890 jiwa.

Peningkatan tajam jumlah kasus COVID-19 membuat Brasil menyalip Rusia yang kini memiliki 326,448 kasus. Sementara itu, Amerika Serikat masih negara paling terdampak corona dengan lebih dari 1,5 juta kasus.


Kendati demikian, Presiden Jair Bolsonaro terus mengabaikan ancaman COVID-19. Alih-alih mengendalikan, dia malah mengatakan bahwa karantina dan lockdown bisa berdampak buruk pada ekonomi Brasil.

Saat banyak gubernur berjuang untuk menerapkan langkah-langkah penekanan penyebaran di daerahnya masing-masing, Bolsonaro justru mendesak agar bisnis-bisnis berjalan kembali.

Presiden Jair Bolsonaro bahkan kerap berselisih dengan para gubernur negara bagian dalam beberapa pekan belakangan terkait aturan karantina wilayah. Ia menyebut bahwa penguncian wilayah justru menimbulkan lebih banyak kerugian dibandingkan penyakit COVID-19 sendiri.

"Akan ada titik di mana orang-orang yang lapar turun ke jalan," kata Bolsonaro, yang sebelumnya menyatakan pusat kebugaran dan salon sebagai layanan esensial sehingga bisa kembali beroperasi, di tengah silang pendapat itu.

Pada hari yang sama, Kementerian Ekonomi memprediksi bahwa perekonomian Brasil akan menyusut hingga 4,7 persen pada 2020 yang merupakan penurunan terbesar di negara itu sejak tahun 1900-an. Menurut kementerian, setiap satu pekan perpanjangan masa karantina wilayah di Brasil memakan biaya 20 miliar real Brasil, atau setara dengan Rp50 triliun.

Namun Joao Doria, gubernur negara bagian Sao Paulo atau wilayah terpadat dan episentrum wabah di Brasil menyatakan tidak akan mematuhi peraturan yang dikeluarkan Bolsonaro. Setidaknya sepuluh gubernur negara bagian lainnya juga menyatakan keputusan serupa.

Di sisi lain, selama ini Jair Bolsonaro memang dikenal selalu menyampaikan pernyataan kontroversial terkait pandemi virus corona di negaranya. Bahkan Bolsonaro pernah mengatakan langkah-langkah jarak sosial tidak perlu dilakukan agar tak memberi dampak negatif terhadap ekonomi.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts