Surabaya 'Panen' 2 Ribu Pasien Reaktif Corona Usai Rapid Test Massal, Bakal Jadi Pusat Wabah?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemkot Surabaya melakukan rapid test Corona massal terhadap lebih dari 20 ribu orang dengan berbagai parameter kesehatan. Hasilnya sebanyak 2.080 diantaranya reaktif.

WowKeren - Laju penularan COVID-19 di Jawa Timur, khususnya di Surabaya belakangan sangat menyita perhatian banyak pihak. Sebab daerah tersebut terus "panen" kasus positif Corona dalam jumlah besar, bahkan beberapa hari lalu sukses menyalip DKI Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Surabaya pun melakukan berbagai upaya untuk bisa menghentikan laju penularan. Salah satu caranya dengan menggelar rapid test massal di sejumlah wilayah.


Jumlah rapid test yang digelar pun tak main-main, yakni total mencapai 21.203 kali hingga Senin (25/5) kemarin. Dan hasilnya pun tak kalah mengejutkan, sebab Pemkot Surabaya mengaku mendapati sekitar 2.080 diantaranya sebagai pasien reaktif.

Hal ini dibenarkan oleh Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, M Fikser. Ke-2.080 warga yang dinyatakan reaktif COVID-19 hasil rapid test itu pun kemudian menjalani pemeriksaan swab.

"Dari 2.080 itu, yang sudah di-swab sebanyak 1.155 orang," terang Fikser dalam rilis pers resminya, Selasa (26/5). "Sekarang sudah keluar hasilnya sebanyak 710 orang."

Dari ke-710 hasil tes swab itu, sebanyak 347 diantaranya positif sedangkan 363 sisanya negatif. Namun demikian, pihaknya sampai sekarang masih menanti sisa hasil swab yang belum keluar, yakni berjumlah 445 spesimen.

"Mudah-mudahan secepatnya kita dapat menggunakan mobile PCR," kata Fikser, seperti dilansir dari Suara Surabaya. "Hasil swab-nya sekitar 45 menit sudah bisa keluar."

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya ini juga menjelaskan 21.203 orang yang telah mengikuti prosedur rapid test itu, sebanyak 2.969 diantaranya merupakan tenaga kesehatan. Sedangkan 819 lainnya adalah orang dalam pemantauan (ODP), 257 adalah pasien dalam pengawasan (PDP), 12.617 orang tanpa gejala (OTG), dan 4.541 lainnya adalah orang dengan risiko (ODR).

Di sisi lain laju penularan yang pesat ini memunculkan kekhawatiran Surabaya bakal menjadi pusat wabah COVID-19. Kendati demikian saat ini Surabaya bersama Sidoarjo dan Gresik kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengatasinya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts