Kasus Corona Sudah Gawat, Warga Surabaya Tetap Santai Belanja Berdesak-Desakan Di Pasar
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Tidak mempedulikan jika kasus virus corona (COVID-19) sudah semakin gawat, sejumlah masyarakat Surabaya masih tetap asyik belanja berdesak-desakan di pasar.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di provinsi Jawa timur telah semakin gawat. Hingga Kamis (28/5), Jatim telah mencatat sebanyak 4.112 kasus. Kota Surabaya menjadi penyumbang kasus COVID-19 tertinggi di Jatim dengan jumlah 2.216 kasus.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sendiri telah melakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya dalam menangani penyebaran COVID-19. Namun, rupanya masih banyak masyarakat yang tidak tertib dalam menjalankan aturan PSBB.


Hal ini terlihat dari suasana salah satu pasar di Surabaya. Pasar Karah Agung I, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan ini masih dipenuhi dengan pengunjung. Bahkan, pengunjung pasar terlihat berdesak-desakan dan tidak menerapkan aturan physical distancing.

Salah satu pengunjung pasar, Dewi menceritakan jika suasana Pasar Karang memang selalu padat setiap harinya. Terlebih di bagian pedagang yang menjual sembako, ikan, sayur mayur, dan bahan kue.

Dewi mengakui jika ia kerap melihat banyak pengunjung yang juga tidak mengenakan masker saat berbelanja. “Bahkan ada juga pengunjung yang tidak menggunakan masker dengan baik,” ungkap Dewi di Pasar Karah seperti dilansir dari Medcom, Kamis (28/5).

Lebih lanjut Dewi mengatakan jika suasana keramaian Pasar Karah memang sama sekali tidak berubah selama PSBB. Padahal, PSBB Surabaya Raya sendiri telah diberlakukan hingga tiga tahap. Menurutnya, kurangnya petugas keamanan Satpol PP menjadi penyebab pengunjung tetap berkerumun.

”Kadang ada petugas (Satpol PP) yang berjaga, tapi hanya berdiri saja di pintu masuk pasar,” beber Dewi. “Tapi lebih sering tidak ada petugas.”

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Jambangan yang bernama Imam Budi Utomo mengonfirmasi situasi tersebut. Ia membenarkan jika pengunjung Pasar Karah tidak beraturan dan sering mengabaikan pyhsical distancing.

Imam juga mengatakan kendala disebabkan oleh minimnya petugas keamanan yang berjaga. Kondisi ini membuat pihaknya sangat kewalahan dalam mengatur pengunjung pasar.

”Harusnya Pemkot responsif terhadap mengatasi permasalahan yang ada,” jelas Imam. Saya sendiri kewalahan, karena petugas keamanan tidak tiap hari berjaga. Kalaupun ada tidak turun langsung menertibkan pengunjung.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts