Jokowi Didesak Reshuffle Kabinet Gegara Loyo Atasi Corona, Ini Kata Istana
Instagram/jokowi
Nasional
Ancaman Reshuffle Kabinet Jokowi

Di tengah pandemi Corona, muncullah desakan agar Presiden Joko Widodo merombak jajaran menterinya demi mengembalikan kepercayaan publik. Menanggapinya, pihak istana pun buka suara.

WowKeren - Presiden Joko Widodo kembali mendapatkan rapor merah soal penanganan pandemi virus Corona. Baru-baru ini hasil survei oleh Indobarometer menyatakan sebanyak 53,8 persen masyarakat Indonesia tak puas dengan cara pemerintah mengatasi pandemi.

Salah satu yang disoroti adalah perihal tidak selarasnya kebijakan Jokowi dengan para jajaran menteri dan pemerintah daerah. Oleh karena itu desakan agar Jokowi melakukan reshuffle terhadap Kabinet Indonesia Maju mengemuka.


Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman dengan tegas menyebut tak ada rencana reshuffle kabinet dalam waktu dekat. "Tidak ada, semua bekerja keras menghadapi pandemi COVID-19," tegas Fadjroel lewat pesan singkat pada Rabu (27/5) malam.

Di sisi lain, sejumlah pihak mendesak Jokowi untuk merombak jajaran kabinetnya, terutama di beberapa pos tertentu yang sangat berkaitan dengan pandemi COVID-19. Seperti misalnya di bidang hukum, kesehatan, tenaga kerja, dan ekonomi demi merengkuh kembali kepercayaan publik.

"Reshuffle ini bisa berdampak kuat pada kepercayaan publik," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, seperti dilansir dari Tempo, Kamis (28/5). "Terlebih, jika yang tersasar reshuffle adalah menteri dari koalisi pemerintah."

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia, Ari Junaedi pun memiliki pandangan yang sama. Ia menganalogikan Jokowi sebagai manajer sebuah klub sepakbola yang tentunya berhak melakukan bongkar pasang demi menghadirkan performa maksimal di lapangan.

"Ibaratnya, Jokowi adalah manajer klub sepakbola yang ingin mengangkat perfoma klubnya," terang Ari. "Dengan mengganti beberapa pemain lama dengan pemain baru yang lebih segar."

Sebelumnya permintaan agar Jokowi melakukan perombakan jajaran kabinet akibat pandemi Corona sudah bergema. Kala itu yang menjadi sasaran utama adalah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang dianggap lalai dalam menanggapi pandemi COVID-19.

Namun Jokowi sendiri menilai kinerja Terawan sudah sesuai standarnya. Sebab, imbuh Jokowi mengingatkan, tanggung jawab Terawan sebagai Menkes tak hanya menangani wabah Corona tetapi juga penyakit lain seperti demam berdarah.

"Yang ditangani Menkes itu bukan hanya COVID, ada juga yang lain, misalnya demam berdarah," lanjutnya, menyoroti bahwa tugas sebagai Menkes tak sebatas mengurusi pandemi COVID-19. "Saya melihat Dokter Terawan sudah bekerja sangat keras."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts