Cole Sprouse Beber Kronologi Ditangkap dan Diborgol Polisi Akibat Ikut Demo Kematian George Floyd
Getty Images
Selebriti

Aktor pemeran Jughead Jones di 'Riverdale' tersebut mengaku ditangkap polisi saat mengikuti aksi protes di Santa Monica, California, pada Minggu (31/5) waktu setempat.

WowKeren - Kematian seorang warga sipil kulit hitam di Minneapolis, George Floyd, masih menyulut demonstrasi besar-besaran d Amerika Serikat. Salah satu sosok yang turut mengikuti demonstrasi tersebut adalah aktor muda Cole Sprouse, yang rupanya ditangkap polisi dalam aksi protes itu.

Dia mengaku ditangkap polisi saat mengikuti aksi damai di Santa Monica, California, pada Minggu (31/5) waktu setempat. Aktor "Riverdale" tersebut membeberkan kronologi penangkapannya melalui unggahan di akun media sosial Instagram miliknya.


"Sekelompok demonstran, termasuk saya, ditahan di Santa Monica, kemarin," tulis Cole Sprouse melalui unggahannya. "Ada yang harus berbicara tentang situasi yang terjadi: Black Lives Matter. Perdamaian, kerusuhan, penjarahan, adalah bentuk sah dari demonstrasi."

Cole Sprouse menuturkan, dia bergabung dengan para pengunjuk rasa sebagai bentuk solidaritas. "Kami diberi pilihan untuk meninggalkan lokasi, dan diberitahu bahwa jika tidak mundur, kami akan ditahan," lanjut aktor pemeran Jughead Jones tersebut. Saat itu, banyak pengunjuk rasa yang berniat mundur.

"Namun ada sepasukan polisi memblokasi jalan kami. Sampai akhirnya kami diborgol (menggunakan tali plastik)," lanjut saudara kembar Dylan Sprouse tersebut.

Kendati sempat ditahan dan diborgol, Cole Sprouse menegaskan bahwa apa yang dialami tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan orang-orang yang bergabung dalam gerakan tersebut. Oleh karena itu, Sprouse tidak ingin media dan publik berfokus pada kejadian yang dialaminya.

"Saat ini adalah waktu untuk berdiri tegak di dekat orang lain ketika situasi memanas, memberikan dukungan, serta melakukan hal yang benar," kata aktor 27 tahun itu. "Saya berharap orang lain di posisi saya juga. Saya perhatikan ada kamera yang merekam di dalam mobil polisi selama penahanan kami, semoga membantu."

Sebagai informasi tambahan, George Floyd sendiri adalah seorang warga kulit hitam yang pekan lalu ditangkap oleh polisi Minneapolis. Ia tewas setelah dijatuhkan ke tanah kemudian lehernya dijepit menggunakan lutut.

Rekaman video yang beredar menunjukkan leher Floyd ditekan oleh petugas kepolisian Derek Chauvin selama 8 menit 46 detik. Chauvin dan ketiga rekannya kemudian dipecat dan didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga oleh departemen kehakiman. Kendati demikian, kematian Floyd masih menimbulkan demonstrasi besar-besaran di AS.

Kematian Floyd juga kembali membuka luka lama akan rasialisme yang dirasakan oleh banyak warga Afrika-Amerika, khususnya terkait pembunuhan dan tindakan sewenang-wenang oleh polisi, seperti pembunuhan Michael Brown pada Agustus 2014 di Ferguson, Missouri, dan Eric Garner pada Juli 2014 di New York. Aksi protes untuk menuntut keadilan bagi Floyd menyebar di 140 kota di seluruh AS pada akhir pekan lalu, dan banyak berujung kerusuhan.

(wk/luth)

You can share this post!