Nekat Beroperasi Diam-diam Saat Pandemi, Shisha Bar di Jerman Jadi Klaster Baru COVID-19
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sebuah shisha bar di kota Göttingen, negara bagian Niedersachsen, Jerman menjadi klaster baru COVID-19. Kasus positif pertama yang terjadi di bar tersebut dilaporkan pada Selasa (27/5) lalu.

WowKeren - Sebuah shisha bar di kota Göttingen, negara bagian Niedersachsen, Jerman dikabarkan menjadi klaster baru virus corona (COVID-19). Hal tersebut diketahui usai petugas penelusuran kontak dari dinas kesehatan hingga kini berhasil melakukan pelacakan dan mengidentifikasi 310 kontak yang berpotensi tertular atau menularkan COVID-19.

Hingga saat ini masih belum jelas apa yang sebenarnya terjadi pada shisha bar tersebut, Namun menurut keterangan pemerintah setempat bar tersebut rupanya telah beroperasi diam-diam, sekalipun masih ada larangan terkait wabah corona.

Sehingga membuat beberapa orang pengunjung bar tersebut tertular virus COVID-19. Penelusuran petugas dinas kesehatan kemudian menunjukkan, sumber penularan berasal dari sisha bar itu.

"Bar itu sekarang ditutup, dan proses sanksi denda sedang diteliti", kata Cordula Dankert, juru bicara pemerintah kota. Hingga kini sudah 68 orang yang dikonfirmasi tertular virus COVID-19 dari klaster shisha bar itu. Para petugas penelusuran kontak sedang bekerja keras mengidentifikasi semua kontak.

Shisha bar itu sendiri diketahui telah menerima ratusan tamu, saat larangan operasi masih berlaku. Namun masih belum jelas, apakah orang-orang menggunakan pipa shisha yang sama atau tidak.

Sebuah gedung dengan 700 penghuni harus dikarantina. Sejauh ini dinas kesehatan sudah mengidentifikasi 310 orang yang kontak dengan orang yang terinfeksi, termasuk lusinan anak dan remaja.


Mereka semua kini berada di bawah karantina yang ketat, jelas Cordula Dankert. "Mereka tidak boleh meninggalkan apartemen mereka, juga tidak untuk berbelanja," katanya menekankan.

Petugas dinas kesehatan meyakini, beberapa keluarga telah mengadakan pesta pribadi di rumahnya akhir pekan lalu dan menyebabkan penularan berantai. Ketua tim manajemen krisis COVID-19 di Göttingen, Petra Broistedt menerangkan, beberapa pesta keluarga juga diikuti oleh orang-orang yang datang dari luar kota.

Kasus infeksi dari klaster shisha bar pertama kali diketahui hari Selasa (27/5) lalu. Petugas dinas kesehatan segera melakukan penelusuran kontak dan tes COVID-19.

Hingga kini, masih ada lebih seratus kontak yang belum melakukan tes COVID-19. Pada panggilan pertama melalui telepon untuk tes massal akhir pekan ini, hanya beberapa orang yang datang. Kini dilakukan panggilan kedua secara tertulis dengan ancaman sanksi denda jika tidak muncul.

Pemerintahan negara bagian Niedersachsen mengatakan, sekalipun ada klaster baru sisha bar di Göttingan, secara keseluruhan angka penularan COVID-19 menurun dan kebijakan pelonggaran secara bertahap akan dilanjutkan.

Situasi di kota Göttingen sendiri akan dievaluasi setelah tes dilakukan. "Bagi kami, ini situasi yang sangat serius, dan kelanjutannya akan tergantung dari hasil tes nanti", kata juru bicara kota Göttingen Cordula Dankert.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts