India Setuju Gunakan Remdesivir untuk Pengobatan COVID-19
Dunia
Pandemi Virus Corona

Dengan ini, India menyusul jejak Amerika Serikat, Jepang, Otoritas Eropa dan Korea Selatan yang juga mengumumkan penggunaan remdesivir untuk pengobatan pada pasien corona.

WowKeren - Pemerintah India pada Selasa (2/6) menyatakan menyetujui penggunaan darurat obat antivirus remdesivir buatan Gilead Sciences Inc pada pasien virus corona (COVID-19). Remdesivir merupakan obat pertama yang menunjukkan pemulihan pada pasien COVID-19 dalam uji coba klinis formal.

Obat tersebut telah mengantongi otorisasi penggunaan darurat dari Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) bulan lalu dan menerima persetujuan dari regulator kesehatan Jepang. "(Remdesivir) disetujui pada 1 Juni untuk penggunaan darurat dengan syarat pemberian lima dosis," kata Pengawas Obat-obatan Umum India melalui pernyataan.

Gilead Sciences pada Senin (1/6) melaporkan bahwa remdesivir menunjukkan manfaat sederhana pada pasien COVID-19 tingkat sedang, yang diberi obat tersebut selama lima hari. Sementara itu, mereka yang menerima remdesivir selama 10 hari dalam riset tersebut tidak mendapatkan hasil sebaik itu.


Remdesivir, yang lazim digunakan untuk Ebola, dinyatakan mampu mempersingkat waktu penyembuhan hingga sepertiganya. Kemudian perbedaan dalam rata-rata kematian secara statistik tidak signifikan, berdasarkan percobaan yang dilakukan di AS.

Obat yang dimasukkan melalui injeksi (suntikan) itu dilaporkan sudah tersedia untuk sejumlah pasien yang masuk dalam uji klinis di seluruh dunia. Sementara itu, cara kerja remdesivir adalah masuk ke dalam genom virus yang diincar, dan kemudian memutus proses replikasi dirinya.

Dengan ini, India menyusul jejak Amerika Serikat, Jepang, Otoritas Eropa dan Korea Selatan yang juga mengumumkan penggunaan remdesivir sebagai obat corona. Otoritas kesehatan Korsel pada Jumat (29/5) mengatakan mereka akan mengajukan impor obat tersebut. Namun Gilead belum mengantongi persetujuan regulasi di masing-masing pasar.

Sementara itu, India sendiri telah melaporkan sebanyak 207,615 kasus COVID-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5,829 pasien dinyatakan meninggal dunia, dengan lebih dari 100 ribu pasien dikonfirmasi sembuh. Dengan ini, India memiliki kasus aktif COVID-19 sebanyak 101,483 pasien.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts