Target 20 Ribu Tes Corona, Pemerintah Buka Pendaftaran Relawan Mahasiswa Besar-Besaran
timur.jakarta.go.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Demi mencapai target 20 ribu tes COVID-19 per hari, Pemerintah Indonesia langsung membuka pendaftaran relawan secara besar-besaran dari kalangan mahasiswa.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah menargetkan agar tes virus corona di Indonesia dapat mencapai 20 ribu spesimen per hari. Demi mencapai target tersebut, pemerintah akan membuka rekrutmen relawan dari kalangan mahasiswa secara besar-besaran untuk membantu percepatan penanganan COVID-19.

Sebelumnya, Indonesia telah berhasil mencapai target pemeriksaan spesimen sebanyak 10 ribu per hari. Mengetahui keberhasilan tersebut, Presiden Jokowi kembali menaikkan target hingga dua kali lipat per hari.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan jika mahasiswa akan membantu pemeriksaan spesimen COVID-19. Nantinya, tugas mahasiswa ini akan dilakukan secara bergantian atau menggunakan sistem shift.

Muhadjir menjelaskan alasan perekrutan relawan mahasiswa ini lantaran adanya keterbatasan tenaga kesehatan yang bertugas melakukan pengujian. Hal ini cukup menghambat penanganan virus corona di Indonesia.


Nantinya, relawan yang bertugas akan dipilih dari mahasiswa magister atau S2 dari jurusan Biologi Molekuler, keperawatan, kebidanan, hingga kesehatan masyarakat. Mereka lantas akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu sebelum mulai bertugas.

”Pak Presiden menyetujui untuk segera melakukan rekrutmen sukarelawan besar-besaran, untuk kerja secara sif, bergantian," ujar Muhadjir dalam jumpa pers, Kamis (4/6). “Dan usulan dari Pak Menristek supaya ada pelatihan intensif sebelum mereka ditugaskan.”

Lebih lanjut Muhadjir membeberkan jika Jokowi telah menghitung kemampuan maksimal uji spesimen COVID-19 di Tanah Air. Jokowi mengkalkulasi jika Indonesia sebenarnya bisa melakukan uji spesimen hingga 30 ribu per hari. Namun, hal ini akan dilakukan secara bertahap.

”Beliau menyampaikan dengan peralatan yang jumlahnya 120 unit, mestinya (uji spesimen) bisa mencapai 30 ribu,” papar Muhadjir. “Kami, ketua gugus tugas, dan Kemenkes akan mempercepat target 20 ribu dan bergerak mencapai 30 ribu.”

Rekrutmen relawan sendiri juga pernah dilakukan pemerintah melalui gugus tugas pada Maret lalu. Proses rekrutmen ini dilakukan bersama sejumlah asosiasi, LSM, dan perguruan tinggi.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts