Peserta Pelantikan Kepsek Meninggal Karena COVID-19, Kadindik Jatim Enggan Buka Suara
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Seorang peserta pelantikan jabatan kepala sekolah dan pengawas yang digelar pada 20 Mei lalu dikabarkan meninggal dunia karena COVID-19. Sayangnya, Kepala Dinas Pendidikan Jatim hingga saat ini masih bungkam akan kabar tersebut.

WowKeren - Satu peserta dari pengawas sekolah asal Mojokerto dikabarkan meninggal dunia dan telah dimakamkan di Jombang. Menurut informasi yang beredar, almarhum meninggal karena positif terpapar virus corona (COVID-19).

Diketahui, almarhum merupakan peserta pelantikan jabatan kepala sekolah dan pengawas yang digelar di Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur pada 20 Mei lalu. Padahal pelaksanaan tersebut telah mengikuti protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.

Namun, hingga saat ini Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jatim Wahid Wahyudi masih susah untuk dikonfirmasi terkait kabar yang beredar tersebut. Namun sebelumnya, Wahid mengatakan bahwa pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19.

"Pada saat pelantikan itu juga kita lakukan penegakan protokol kesehatan dengan ketat, yaitu sebelum masuk keruangan pelantikan semuanya harus cuci tangan atau pakai hand sanitizer," paparnya, Selasa (2/6) lalu. "Semua pakai maskeran bahkan jaga jarak juga diterapkan pada pelantikan itu."

Lebih lanjut Wahid justru menduga pengawas tersebut hanya menderita sakit lambung bukannya terinfeksi corona. "Kami cari informasi bahwa pengawas sekolah yang meninggal itu masuk ke rumah sakit awalnya adalah sakit lambung," tuturnya. "Kemudian kami juga belum dapat informasi apakah pengawas itu meninggalnya karena COVID-19 atau karena sejak awalnya sakit lambung itu."


Sementara itu, di Jawa Timur sendiri hingga Jumat (5/6) telah mencatat adanya penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 134 pasien. Sehingga total pasien yang saat ini terkonfirmasi positif menembus angka 5.547 orang.

Dari total kasus tersebut, 3.689 pasien masih menjalani perawatan. "Hari ini total kasus tambahan ada 134 yang terkonfirmasi positif COVID-19 sehingga total 5.547 yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Jatim," kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (5/6).

Berdasarkan data Pemprov Jatim, tambahan 134 pasien positif Corona ini terbanyak yakni 52 pasien dari Surabaya, 9 pasien dari Sidoarjo, 4 dari Gresik, 1 pasien dari Kabupaten Kediri, 2 dari Kota Probolinggo, 16 dari Jombang, dan 13 dari Kabupaten Pasuruan.

Ada pula tambahan kasus 1 orang positif dari Pamekasan, 1 pasien dari Kabupaten Trenggalek, 1 dari Kabupaten Banyuwangi, 2 pasien positif corona dari Kabupaten Malang, 7 dari Lamongan, 1 dari Kota Mojokerto, 6 asal Kota Malang, 2 Kota Kabupaten Mojokerto, 1 dari Kabupaten Bojonegoro, 1 dari Kota Kediri, 4 pasien dari Bangkalan , 7 dari Jember, 3 dari Situbondo, 16 pasien masih dalam konfirmasi.

Sedangkan jumlah pasien yang sembuh hari ini ada tambahan sebanyak 154 orang. Sehingga pasien yang sembuh berjumlah 1.361 atau tingkat kesembuhannya mencapai 24,54 persen.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts