Gubernur perempuan pertama di Jatim itu meminta agar Malang Raya memperpanjang masa PSBB transisi sebab situasi terkini belum memungkinkan untuk melaksanakan 'new normal'.
- Elvariza Opita
- Senin, 08 Juni 2020 - 11:49 WIB
WowKeren - Daerah Malang Raya memutuskan untuk tak memperpanjang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebagai gantinya, ketiga kepala daerah, atas koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melaksanakan PSBB transisi demi "mengadaptasikan" tatanan hidup baru new normal.
Namun dalam keputusan terakhir para pimpinan daerah terkait, rupanya masa transisi ini akan diperpanjang. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan tiga kepala daerah Malang Raya memutuskan akan memperpanjang masa transisi ini sampai 7 hari ke depan yang akan ditutup dengan evaluasi sebelum mengambil kebijakan selanjutnya.
"Hari ini adalah hari pertama perpanjangan transisi pasca-PSBB Malang Raya dan akan dimulai untuk transisi pasca-PSBB tahap berikutnya selama tujuh hari," ujar Khofifah, Minggu (7/6). "Untuk kemudian kita evaluasi kembali bersama-sama."
Terkait kebijakan yang diambil, Khofifah dan seluruh pimpinan di Forkopimda Jatim mendasarkan panduan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dilansir dari panduan WHO, salah satu persyaratan agar suatu wilayah bisa menuju "New Normal" adalah apabila rate of transimission (RT) atau laju penularan wabahnya kurang dari satu.
Angka inilah yang menjadi "jegal" Malang Raya untuk menuju new normal sebab angka RT-nya masih berkisar pada level 1,23, dikutip dari data Jumat (5/6). Sehingga Malang Raya dirasa masih belum bisa memasuki new normal.
"Panduan dari WHO, salah satu syarat menuju new normal adalah ketika rate of transmission (RT) kurang dari satu," tutur mantan Menteri Sosial ini, dilansir dari Detik News, Senin (8/6). Dengan demikian, Malang Raya akan memberlakukan PSBB transisi hingga Sabtu (13/6) mendatang.
"Saya meminta kepada tiga kepala daerah Malang Raya untuk memperpanjang masa transisi pasca-PSBB pada tujuh hari berikutnya," jelas Khofifah. "Terhitung mulai hari ini."
Namun tak hanya perihal laju penularan, Khofifah sendiri menilai kedisiplinan warga Malang Raya dalam memenuhi protokol kesehatan yang berlaku masih rendah. Hal ini terbukti dari maraknya pelanggaran protokol kesehatan yang berlaku sehingga dapat berpotensi menambah jumlah pasien positif COVID-19.
"Semua ikhtiar dan inovasi tentu sudah dimaksimalkan," pungkas Khofifah. "Namun kita memang harus terus mengajak masyarakat untuk lebih disiplin, taat dan patuh pada protokol kesehatan."
(wk/elva)