Angka Kematian Corona Brasil 'Juara 3' Dunia, Presiden Bolsonaro: Mati Adalah Takdir
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Brasil kini menjadi 'peringkat 3' negara dengan angka kematian akibat COVID-19 tertinggi di dunia. Namun ternyata data ini ditanggapi 'seadanya' oleh Presiden Jair Bolsonaro.

WowKeren - Sebanyak 7 juta lebih orang di seluruh penjuru dunia telah terinfeksi oleh virus Corona. Beruntung saat ini sebanyak hampir 50 persen kasus terkonfirmasi sudah dinyatakan sembuh.

Namun demikian ada 400 ribu lebih pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia. Dan dilansir dari laman worldometers.info, Brasil kini menjadi negara ketiga di dunia dengan korban jiwa akibat COVID-19 terbanyak di dunia, yakni dengan 37.312 orang.

Angka pasien meninggal yang kian meroket ini rupanya tak terlalu ditanggapi serius oleh Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Bolsonaro sendiri selama ini memang dikenal sebagai salah satu petinggi dunia yang tak memercayai virus Corona dan kerap kali menganggapnya enteng.

Kali ini Bolsonaro bahkan dengan ringan menyebut kematian yang terjadi merupakan takdir setiap orang. "Saya sangat menyesali semua kematian yang ada, namun mati adalah takdir setiap orang," kata Bolsonaro, seperti dikutip dari Fox News, Senin (8/6).


Perihal penanganan pandemi COVID-19 di negara terbesar Amerika Selatan itu memang terus menjadi sorotan banyak pihak. Media lokal, Folha de S Paulo bahkan menyebut virus Corona saat ini sudah di tahap dapat membunuh setiap warga Brasil per menitnya. "Selama Anda membaca berita ini, seorang warga Brasil dilaporkan meninggal akibat virus Corona," imbuh media tersebut, seperti dikutip oleh Reuters.

Bolsonaro sendiri selama ini menentang segala bentuk upaya lockdown. Bahkan ia tak segan turun ke jalan, mengikuti aksi protes bersama para pendukungnya, dan mendesak agar parlemen membatalkan rencana lockdown serta membuka kembali perekonomian Brasil.

Dan ungkapan kontroversial semacam ini bukanlah yang pertama kali disampaikan Bolsonaro selama ia menjabat sebagai presiden di tengah pandemi Corona. Pada akhir April 2020 lalu Bolsonaro juga mengungkapkan jawaban "enteng" yang berbuah kecaman keras untuknya. Seperti saat ini, kala itu Bolsonaro juga ditanya soal angka kematian yang tinggi di negaranya.

"Terus kenapa?" ujar Bolsonaro, Kamis (30/4). "Maaf, tapi Anda berharap saya melakukan apa?"

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts