Tiongkok Siap Buka Kembali Bioskop Meski Masih Dibayang-Bayangi Gelombang Dua Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tiongkok sempat membuka kurang lebih 500 bioskop pada bulan Maret. Namun tak sampai sepekan dibuka kembali, bioskop-bioskop ditutup lagi lantaran gelombang kedua pandemi COVID-19.

WowKeren - Badan Film Nasional Tiongkok tengah bersiap untuk kembali membuka bioskop dengan menyesuaikan perkembangan kasus virus corona (COVID-19) di tiap wilayah. Disebutkan pula bahwa bioskop-bioskop yang akan dibuka harus menaati protokol baru yang diberlakukan.

Dilansir dari Variety pada Senin (8/6), salah satu yang disiapkan adalah terkait penetapan tanggal perilisan film yang akan dikoordinasikan secara nasional. Sejumlah bioskop juga akan dibuka sedikit demi sedikit alias bertahap sesuai dengan perkembangan COVID-19 di masing-masing wilayah.

Sebelumnya, setidaknya ada dua ribu bioskop di Tiongkok yang ditutup sejak Januari lalu saat penularan virus corona mulai mewabah. Kemudian pada bulan Maret, Tiongkok sempat membuka kurang lebih 500 bioskop karena virus corona mulai terkendali. Namun tak sampai sepekan dibuka kembali, bioskop-bioskop ditutup lagi lantaran gelombang kedua pandemi COVID-19.

Disebutkan bahwa keputusan pemerintah untuk kembali menutup bioskop saat itu sangat mendadak. Terlebih, sehari sebelumnya 250 bioskop di kawasan Shanghai sudah mendapat izin dari pemerintah kota untuk kembali beroperasi.


Berdasarkan data aplikasi penjualan tiket Maoyan, bioskop yang kembali buka terletak di lima provinsi yakni Xinjiang, Shangdong, Sichuan, serta dua provinsi yang berbatasan dengan Hong Kong, Fujian dan Guangdong. Selama buka, bioskop tersebut hanya menayangkan film-film yang sudah tayang sebelumnya dan film-film lokal terlaris.

Sementara itu, Tiongkok sendiri memang tengah getol untuk kembali membuka kegiatan industri. Sejauh ini, negeri Tirai Bambu tersebut masih bergelut dengan pandemi virus corona meskipun tingkat penularannya mengalami penurunan yang signifikan.

Tak hanya itu, ketegangan antara Tiongkok dan sejumlah negara di dunia juga berefek pada ekonomi mereka. Seperti yang diketahui, Tiongkok menerima banyak tudingan dari sejumlah negara yang menyebut negeri Tirai Bambu tersebut sengaja menyembunyikan informasi tentang virus corona yang menyebar pertama kali dari provinsi Wuhan.

Di sisi lain, Tiongkok sendiri telah mencatatkan sebanyak 83,040 kasus COVID-19 hingga berita ini ditulis. Dari jumlah tersebut, 4,634 pasien dinyatakan meninggal dan 78,341 lainnya dikonfirmasi sembuh. Saat ini, Tiongkok memiliki kasus aktif sebanyak 65 pasien.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts