Arab Saudi Kembali Tutup 71 Masjid Usai Jemaah Salat Terinfeksi COVID-19
AP
Dunia

Menteri Urusan Islam Saudi Abdullatif Al-Sheikh mengaitkan penutupan masjid dengan kurangnya kepatuhan terhadap tindakan pencegahan kesehatan dan protokol pencegahan oleh jemaah.

WowKeren - Kementerian Urusan Islam Arab Saudi telah menutup 71 masjid di sejumlah wilayah. Langkah ini diambil setelah Arab Saudi mencatat kasus infeksi virus corona (COVID-19) terjadi di dalam masjid.

Menteri Urusan Islam Saudi Abdullatif Al-Sheikh mengaitkan penutupan masjid dengan kurangnya kepatuhan terhadap tindakan pencegahan kesehatan dan protokol pencegahan oleh jemaah. "Ketidakpatuhan ini mengakibatkan infeksi virus corona di beberapa masjid. Masjid-masjid yang ditutup sebagai tindakan pencegahan saat ini sedang disterilkan," kata Abdullatif.

Padahal pemerintah Arab Saudi memasang gerbang khusus untuk menyemprotkan cairan disinfektan di pintu masuk sejumlah masjid, sebagai tindakan antisipasi menekan penyebaran virus corona. Bilik disinfektan yang dilengkapi teknologi canggih ini telah diuji-coba pada bulan Mei lalu.

Bilik ini berbentuk seperti lorong sepanjang sekitar 1 meter dan lebar 2 meter. Siapapun yang hendak masuk ke masjid harus melalui bilik tersebut dan diam di dalam sekitar 2 sampai 3 detik.


Perangkat tersebut bekerja otomatis untuk memindai dan menyemprotkan cairan disinfektan ke jemaah sebelum masuk ke masjid. Bilik disinfektan ini dilengkapi kamera thermal yang mampu mendeteksi suhu tubuh pengunjung dari jarak 6 meter. Suhu tubuh orang yang terekam kamera langsung muncul di layar pengawas yang dipantau oleh petugas.

Ketika masuk ke dalam bilik disinfektan ini, pengunjung berdiam sejenak hingga terasa ada zat yang disemprotkan ke permukaan pakaian. Keberadaan bilik disinfektan ini dianggap efektif mencegah penyebaran virus corona, sehingga Pemerintah Arab Saudi membuka kembali sejumlah masjid.

Sementara itu, sejak wabah corona merebak, Pemerintah Arab Saudi menutup kegiatan salat berjamaah di masjid. Hingga bulan Ramadan tiba, masyarakat tetap diimbau untuk beribadah di rumah. Namun Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mengizinkan kegiatan salat Tarawih selama Ramadan, tetapi para jemaah wajib menjaga jarak.

Masjid-masjid tersebut tetap dibuka setelah idulfitri. Namun dengan adanya laporan kasus baru yang menginfeksi antar jemaah, akhirnya masjid-masjid tersebut kembali ditutup.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait