Sejumlah Media Laporkan Arab Saudi Buka Kemungkinan Ibadah Haji Terbatas 2020
Dunia
Pro-Kontra Pembatalan Haji 2020

Sejumlah media melaporkan beberapa sumber yang menyebut bahwa pihak Arab Saudi berencana untuk tetap menyelenggarakan ibadah haji 2020. Namun, dengan jumlah terbatas demi mencegah penyebaran COVID-19.

WowKeren - Pelaksanaan ibadah haji tahun ini masih menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, sejumlah negara telah memutuskan untuk tidak memberangkatkan warganya untuk beribadah haji di tengah pandemi corona (COVID-19).

Namun, baru-baru ini Arab Saudi dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk menyelenggarakan ibadah haji 2020, tetapi dengan angka terbatas dari jamaah. Menurut salah satu sumber menyebutkan jika Otoritas Arab Saudi disebutkan dapat secara drastis membatasi jumlah jamaah haji tahun ini dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 lebih lanjut.

Padahal pada bulan Maret lalu, Pemerintah Arab Saudi meminta umat Muslim untuk menunda rencana haji dan terkait kontrak haji sampai pemberitahuan lebih lanjut. Arab Saudi juga telah menangguhkan penyelenggaraan umroh sejak pandemi mulai melanda negara itu.

Namun, menurut dua sumber menyebutkan jika Saudi kini mempertimbangkan untuk mengizinkan haji tahun ini hanya dengan angka simbolis. Selain itu, ada pembatasan termasuk larangan bagi jamaah yang lebih tua dan adanya pemeriksaan kesehatan tambahan. Dengan prosedur yang ketat, pihak berwenang Saudi mempertimbangkan untuk memungkinkan hingga 20 persen dari kuota jamaah haji reguler dari tiap-tiap negara.

Dilansir Reuters, Selasa (9/6), beberapa pejabat masih mendesak pembatalan haji, yang diperkirakan akan dimulai pada akhir Juli. Namun demikian, kantor media pemerintah dan juru bicara Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi tidak memberikan komentar terkait kabar tersebut.


Setidaknya sekitar 2,5 juta jamaah dari seluruh dunia mengunjungi Tanah Suci Makkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji setiap tahunnya. Data resmi menunjukkan jamaah haji dan umroh sepanjang tahun telah menghasilkan sekitar 12 miliar dolar per tahun bagi Kerajaan Arab Saudi.

Analis memprediksi kontraksi ekonomi yang parah tahun ini. Dikatakan bahwa membatasi atau membatalkan haji akan makin menekan keuangan pemerintah yang terkena kejatuhan harga minyak dan juga karena dampak pandemi.

Sebelumnya, Kerajaan Arab Saudi telah menghentikan penerbangan bagi penumpang internasional pada Maret 2020 lalu. Selain itu, Arab Saudi memberlakukan kembali jam malam di Jeddah, kota tempat penerbangan haji mendarat, setelah adanya lonjakan infeksi COVID-19 di kota tersebut.

Sementara itu, Indonesia sendiri menyatakan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji tahun 2020 di tengah pandemi corona. Keputusan tersebut diambil oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi usai berunding bersama Kementerian Agama (Kemenag).

Ia juga menegaskan jika Presideen Joko Widodo sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan keputusan tersebut. ”Itu bukan perintah Bapak Presiden, tapi pertimbangan kami,” kata Fachrul dalam diskusi yang digelar secara virtual, Selasa (9/6). “Kalau ada yang salah tentu saja itu tanggung jawab Menteri Agama karena itu menjadi tupoksi (tugas, pokok, fungsi)-nya Menteri Agama.”

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts