Uni Eropa sepakat untuk menyalahkan Tiongkok atas disinformasi mengenai COVID-19 yang beredar di Benua Biru tersebut. Pernyataan tersebut pertama kalinya diucapkan oleh Eksekutif Uni Eropa secara terbuka.
- Nidya Putri
- Kamis, 11 Juni 2020 - 14:35 WIB
WowKeren - Uni Eropa mengambil keputusan untuk menyalahkan Tiongkok atas disinformasi mengenai COVID-19 yang beredar di Eropa. Mereka bahkan menuduh Tiongkok telah melakukan kampanye disinformasi.
Saat ini, Uni Eropa sendiri tengah menyusun rencana untuk mengatasi "gelombang besar" fakta-fakta keliru tentang pandemi virus corona. Komisi Eropa mengatakan bahwa Rusia dan Tiongkok sedang menjalankan operasi pengaruh yang ditargetkan dan kampanye disinformasi di Uni Eropa, lingkungannya, dan secara global. Pernyataan tersebut juga pertama kalinya sebutkan Eksekutif Uni Eropa secara terbuka menyebut Tiongkok sebagai sumber disinformasi.
Politisi Prancis sangat marah ketika kedutaan besar Tiongkok melalui situs web resminya mengklaim pada pertengahan April, di puncak pandemi Eropa, bahwa para pekerja medis meninggalkan pekerjaan mereka sehingga penduduknya banyak yang meninggal dunia.
Diplomat Tiongkok yang tidak disebutkan namanya juga mengklaim secara salah bahwa 80 anggota parlemen Prancis melakukan penghinaan terhadap kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus. "Saya percaya jika kami memiliki bukti, kami tidak boleh menghindar," kata Vra Jourová, wakil presiden komisi Eropa dilansir The Guardian.
"Apa yang juga kami saksikan adalah usaha untuk melemahkan demokrasi kami dan tanggapan kami terhadap krisis, misalnya klaim adanya laboratorium biologi rahasia Amerika Serikat di bekas republik Soviet yang telah disebarkan oleh pihak pro-Kremlin dan Tiongkok." lanjutnya. "Saya sangat percaya bahwa Uni Eropa yang secara geopolitik kuat, hanya dapat terwujud jika kita tegas."
Pernyataan tersebut mendukung harapan presiden komisi Eropa, Ursula von der Leyen, agar badan tersebut memiliki pengaruh lebih besar di dunia. Sebelumnya, hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga sempat memanas usai muncul klaim terkait asal usul virus corona. Bahkan Amerika menuduh jika wabah corona yang saat ini menyerang dunia merupakan virus buatan Tiongkok (senjata biologis).
Sementara itu, kasus COVID-19 di Eropa sendiri tercatat 2.100.711 pada Rabu (10/6). Dimana terdapat 5 negara dengan jumlah kasus terbanyak Rusia (485.253), Inggris (289.140), Spanyol (241.966), Italia (235.561) dan Jerman (184.861).
(wk/nidy)