Masih Simpang Siur, WHO Tegas Minta Arab Saudi Tunda Haji Gegara Pandemi Corona
AFP
Dunia
Pro-Kontra Pembatalan Haji 2020

Hingga kini Arab Saudi belum memberikan kejelasan soal pelaksanaan ibadah Haji 1441 Hijriah, meski beberapa negara asal calon jemaah sudah memutuskan untuk tidak memberangkatkan mereka.

WowKeren - Indonesia memang sudah tegas menyatakan akan meniadakan ibadah Haji 1441 Hijriah karena pandemi Corona. Namun rupanya Arab Saudi, sebagai negara tujuan ibadah tersebut, belum memberikan kepastian hingga kini.

Menanggapi hal tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memberikan instruksi terbaru. WHO dilaporkan masih berusaha bernegosiasi dengan Kerajaan Arab Saudi agar sepakat menunda pelaksanaan ibadah Haji demi mencegah penularan lebih luas wabah COVID-19.

Dilansir dari kantor berita Mehr pada Jumat (12/6), dialog negosiasi itu terjadi pada Rabu (10/6) lalu. Menurut WHO, jika Arab Saudi tetap merestui pelaksanaan ibadah Haji, maka organisasi kesehatan itu harus diberi izin untuk turun tangan mengawasi.

Hal ini dibenarkan pula oleh Kepala Perwakilan WHO wilayah Timur Tengah, dr Dalia Samhouri. Samhouri dan tim berusaha untuk terus membujuk Arab Saudi agar menunda pelaksanaan ibadah Haji tahun ini akibat pandemi virus Corona.


Apalagi sejauh ini perkembangan pandemi Corona di negara tersebut juga terus mengkhawatirkan. Sedianya Samhouri dan tim akan memberi waktu bagi Arab Saudi mempertimbangkan sampai Senin (15/6) pekan depan.

Sebelumnya, sejumlah media justru memberitakan adanya peluang Arab Saudi mengadakan ibadah Haji 1441 Hijriah namun dengan jumlah jemaah yang terbatas. Salah satu sumber anonim menyatakan Otoritas Arab Saudi dapat secara drastis membatasi jumlah jemaah haji tahun ini.

Sumber itu juga menyatakan haji tahun ini, yang akan diadakan secara terbatas, dapat dianggap sebagai wujud simbolis semata. Bila jadi digelar pun Arab Saudi akan memberi kriteria sangat ketat untuk para pesertanya, seperti jemaah lanjut usia sebaiknya tidak ikut dan ada prosedur pemeriksaan tambahan.

Sedianya hanya sekitar 20 persen dari kuota jamaah haji reguler tiap negara yang bisa berangkat dengan skema ini. Bila merujuk pada Indonesia, maka ada sekitar 40 ribu jemaah yang akan berangkat, yang tentu bukan angka sedikit apalagi di tengah pandemi Corona seperti saat ini.

Sementara itu, bukan hanya Indonesia yang sudah menunda pemberangkatan calon Haji 1441 Hijriah. Sejauh ini ada 4 negara lain yang juga mengambil kebijakan serupa, yakni Afrika Selatan, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts