Ini merupakan kali kedua Lauv harus menunda menyapa penggemar di Jakarta. Pada 24 Mei 2019, Lauv seharusnya menggelar konser di Tennis Indoor Senayan, namun terpaksa ditunda akibat kisruh Pemilu.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 12 Juni 2020 - 13:29 WIB
WowKeren - Lauv dipastikan menunda konser di Jakarta. Konser yang semula dijadwalkan pada 27 Juni tersebut digeser menjadi 14 September 2021 mendatang.
Pengumuman ini disampaikan oleh Harry Sudarma, Director PK Entertainment selaku penyelenggara konser. Dalam keterangannya, Harry mengatakan bahwa keputusan ini diambil demi menjamin kesehatan semua pihak di tengah pandemi virus corona (COVID-19).
"Konser Lauv di Jakarta tahun ini tidak jadi diselenggarakan dan ditunda ke tahun depan. Faktor kesehatan, keselamatan para penonton dan pihak artis serta segenap tim yang bertugas adalah yang paling utama mengingat situasi global pandemi yang terjadi saat ini," kata Harry melalui siaran pers, dikutip dari CNN pada Jumat (12/6).
Lebih lanjut, Harry mengatakan bahwa keputusan itu diambil melalui proses panjang dengan berbagai pertimbangan guna memastikan semua pihak akan nyaman dan aman ketika menyaksikan konser Lauv.
Akan tetapi, meski Lauv batal menyapa Jakarta pada 2020, pihak penyelenggara memastikan penggemar yang sudah memiliki tiket konser bertajuk "~how i'm feeling world tour~" itu tak perlu khawatir karena syarat masuk itu secara otomatis berlaku untuk gelaran tahun depan.
Penggemar juga bisa mengajukan pengembalian apabila berhalangan menghadiri konser Lauv pada September 2021. Permohonan pengembalian bisa diajukan mulai dari hari ini hingga 15 Juli 2020.
"Penundaan, dan bukan pembatalan konser, merupakan wujud usaha yang kami bisa persembahkan bagi para penggemar Lauv di Indonesia. Terima kasih atas perhatiannya dan sampai jumpa di konser Lauv di Jakarta tahun depan," tutur Harry.
Sementara itu, ini merupakan kali kedua Lauv harus menunda menyapa penggemar di Jakarta. Pada 24 Mei 2019, Lauv seharusnya menggelar konser di Tennis Indoor Senayan. Namun, konser tersebut terpaksa batal karena kondisi yang tak memungkinkan di tengah kericuhan akibat gerakan penolakan rekapitulasi hasil Pemilihan Umum Presiden 2019.
(wk/luth)