Menurut laporan, tim produksi 'I-LAND' telah mengeluhkan jumlah pekerjaan yang tidak masuk akal dan juga melakukan kelalaian terhadap keselamatan di lokasi syuting.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Senin, 15 Juni 2020 - 08:31 WIB
WowKeren - Program "I-LAND" kini sudah memulai masa produksi meski belum ditayangkan. Namun, program kerjasama Mnet dan Big Hit Entertainment itu belum lama ini terseret kontroversi memperbudak dan mencelakai staf.
Menurut laporan eksklusif dari media Sports Chosun, tim produksi "I-LAND" telah mengeluhkan jumlah pekerjaan yang tidak masuk akal dan juga melakukan kelalaian terhadap keselamatan di lokasi syuting.
"Biaya produksi kurang karena semua transportasi yang perlu kita atur, barang yang harus kita beli, alat peraga yang harus kita pindahkan dan orang yang harus kita sewa untuk memindahkannya," ungkap seorang pihak dalam.
"Salah satu staf harus menyetir sampai dini hari meskipun ia belum cukup tidur pada hari-hari sebelumnya dan akhirnya terlibat dalam kecelakaan kecil. Namun, karena nama mobil sewaan juga dibuat atas nama staf, premi asuransi harus dibayar oleh anggota staf dan mereka juga harus membayar kompensasi atas kecelakaan itu," sambung pihak dalam.
"Atasan tidak mengambil tanggung jawab atau tindakan apa pun. Staf juga membeli dan mengangkut alat peraga. Semakin banyak keluhan karena staf harus menggunakan kartu pribadi mereka untuk pembelian ini," imbuh pihak dalam.
Masalah terbesar yang tim produksi "I-LAND" hadapi adalah kelalaian terhadap keselamatan bagi semua orang yang terlibat dari mulai staf hingga peserta. Pihak dalam berbagi rincian tentang desain set berbahaya dan bahkan cedera yang disebabkan oleh kurangnya tindakan pencegahan keamanan, tetapi tidak banyak perubahan yang terjadi.
"Panggung di lokasi syuting memiliki desain berbahaya di mana bahkan penari paling terampil dan lincah bisa melukai diri mereka sendiri. Isu-isu tentang keamanan di lokasi syuting sudah diangkat dalam pertemuan internal, tetapi mereka diabaikan," tutur pihak dalam yang sama.
"Karena itu, 3 hari sebelum syuting dimulai, satu anggota staf jatuh dari panggung, yang menyebabkan pendarahan, tetapi tidak ada langkah-langkah tindak lanjut yang diambil. Pada hari syuting pertama, salah satu peserta mengalami kecelakaan di atas panggung dan harus dibawa ke ruang gawat darurat untuk lengan yang patah, sehingga sulit baginya untuk tampil di acara itu," tambah pihak dalam.
"Setelah itu, mereka tidak mengambil langkah-langkah keamanan, tetapi hanya sedikit memodifikasi panggung dan menerima pemberitahuan keamanan tertulis dari beberapa saksi. Untuk mengurangi biaya produksi, mereka tidak menggunakan layanan kebersihan atau tim perencanaan dan bahkan outsourcing PD," lanjut pihak dalam.
"Tetapi pada akhirnya, outsourcing PD memboikot. Jika ada kekurangan tenaga kerja, hal yang benar untuk dilakukan adalah mengurangi skala pertunjukan, atau mempekerjakan lebih banyak orang," imbuh pihak dalam.
Terakhir, pihak dalam mengungkapkan bahwa staf "I-LAND" diperintahkan untuk mengumpulkan petisi mendukung Ahn Joon Young dan Kim Yong Beom, yang saat ini sedang diadili karena peran mereka dalam skandal manipulasi voting seputar seri "Produce 101".
(wk/amal)