Ngamuk Usai Terima DM Genit, Fauzi Baadilla Disebut Munculkan Stigma Negatif Terhadap Janda
Instagram/fauzibaadilla_
Selebriti

Fauzi Baadilla kena protes praktisi humas komunitas #savejanda usai dirinya ngamuk dan menyebut nama janda dalam postingan Instagramnya. Fauzi Baadilla dinilai telah menyudutkan para perempuan yang berstatus janda.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Fauzi Baadilla kedapatan ngamuk di Instagram. Ia mengatakan banyak menerima DM (dirrect message) genit dari sejumlah perempuan yang sudah berumur. Hal ini tentu membuat mantan suami Senk Lotta itu merasa sangat terganggu.

Curhatan Fauzi Baadilla di Instagramnya itu mendapat banyak reaksi dari berbagai pihak. Kali ini, sebuah komunitas #savejanda mengaku merasa kecewa dengan unggahan bintang film "Mengejar Matahari" itu. Pria kelahiran 1979 itu dinilai mendiskreditkan para perempuan yang berstatus janda dalam unggahannya tersebut.

Dalam postingannya, Minggu (14/6) lalu, Fauzi Baadilla menaruh kata janda sebagai kata teratas yang telah mengganggu hidupnya. Ia mengatakan para janda tersebut telah berbasa-basi dan bergenit-genit ria di pesan pribadinya.

Sebagai figur publik yang memiliki 417 ribu pengikut di akun media sosial, sadar tidak sadar Fauzi Baadilla dianggap oleh salah satu komunitas #savejanda telah membuat stigma negatif terhadap kata janda. Hal ini tentu memicu kekecewaan kaum perempuan, karena tidak semua janda berperilaku genit dan menggoda.


Menurut Myrna Soeryo, praktisi humas yang juga pendiri komunitas #SaveJanda seiring dengan suburnya budaya misogini serta sistem sosial patriarki, maka kata janda cenderung lebih banyak ditempelkan dengan kata-kata yang menimbulkan stigma negatif dibandingkan dengan kata duda. Ia pun sangat menyayangkan jika budaya misogini ini tanpa disadari telah disebarkan oleh seorang publik figur.

"Sangat memprihatinkan jika seorang publik figur menuliskan kalimat yang justru semakin menguatkan stigma negatif janda. Padahal kata janda hanya sebuah status yang bisa menimpa siapa saja seperti halnya duda," kata Myrna Soeryo mengutip Liputan6.com, Rabu (17/6).

"Ironis memang. Kata janda telah diperjualbelikan sedemikian rupa hanya untuk kepentingan pihak-pihak tertentu tanpa mengindahkan bagaimana pembentukan opini negatif terhadap kata janda. Dan ini terus berlangsung," sambung Myrna.

Lebih lanjut, Myrna mengatakan, kata janda genit, janda gatal, janda perebut laki orang, hanyalah sebagian kata-kata yang kerap didengar mengenai status janda. Padahal menurut Laporan Tahunan Mahkamah Agung (MA) 2019, terdapat 485.223 janda cerai baru. Hal ini berarti ada 485.223 perempuan yang bisa mendapat stigma negatif atas status baru mereka sebagai seorang janda.

"Hidup sebagai seorang janda tidaklah mudah. Mereka harus mampu tetap menjadi seorang ibu (bila memiliki anak) sekaligus kebanyakan janda juga menjadi tulang punggung keluarga. Mereka harus berjuang untuk dapat menghidupi anak-anak atau keluarga mereka secara layak sambil tetap memberikan pengasuhan yang benar," tutup Myrna.

(wk/lara)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait