Jatim Tembus 10 Ribu Kasus Corona, Jokowi Beri Deadline 2 Minggu Sebelum Mulai New Normal
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Presiden Jokowi memberi target bagi Jatim untuk mengendalikan kasus Corona selama 2 pekan. Ia mengatakan akan ada tim khusus yang dtiugaskan untuk memantau perkembangan kasus Corona Jatim.

WowKeren - Perkembangan wabah virus Corona di Jawa Timur dinilai sangat mengkhawatirkan karena begitu cepat. Bahkan pada Rabu (24/6) kasus positif Corona di Jatim mencapai 10.298. Dari akumulasi tersebut, 2.955 pasien dinyatakan sembuh dan 750 lainnya meninggal dunia. Jumlah tersebut selisih tipis dengan DKI Jakarta yang menjadi provinsi dengan kasus positif terbanyak yakni 10.404.

Dengan keadaan seperti itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberi target selama 2 pekan untuk Jatim mengendalikan kasus Corona. "Saya ingin lihat dua minggu setelah ini ada progress yang baik atau tidak," ujar Jokowi saat meninjau Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jatim pada Kamis (25/6) seperti dilansir dari CNNIndonesia.


Jokowi juga memastikan akan ada tim yang memantau perkembangan kasus Corona di Jatim. Ia menambahkan jika Jatim berhasil menekan jumlah kasus Corona maka dapat segera mulai memasuki tatanan kehidupan baru alias New Normal.

"Saya akan memantau terus, mengikuti, melihat data-data yang ada di provinsi Jatim dan kita harapkan dalam dua minggu ini betul-betul ada penurunan signifikan, R0-nya, Rt-nya semua kita harapkan bisa turun," tegas Jokowi. "Sehingga kita bisa masuk ke sebuah tatanan normal baru dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa."

Sementara itu Surabaya mencatat rasio kematian COVID-19 tertinggi di Indonesia yakni 9,8. Lalu ada Banjarmasin (9.4), Manado (8,02), Jakarta Pusat (8,01) dan Makassar (4,9).

Di sisi lain, Pemerintah Surabaya melakukan dua kali test swab untuk memastikan seorang pasien telah benar-benar sembuh dari COVID-19. Jika Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya melakukan satu kali tes swab pada pasien yang sebelumnya dinyatakan confirm COVID-19 dengan hasil negatif, saat ini sudah banyak sekali yang sembuh. Namun, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku enggan mengambil risiko jika hanya melakukan satu kali test swab.

(wk/tria)

You can share this post!

Related Posts