Kasus COVID-19 Meningkat Dua Kali Lipat di 14 Negara Bagian AS
AP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Peningkatan jumlah kasus ini dialami Arizona, Oklahoma, Oregon, hingga Utah. Secara nasional, kasus COVID-19 di AS naik sedikitnya 46 persen dan kematian juga naik sebesar 21 persen.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) dilaporkan naik dua kali lipat di 14 negara bagian Amerika Serikat sepanjang bulan Juni.

Dilansir dari Reuters, Arizona mencatat lonjakan tertinggi kasus COVID-19 yakni 294 persen selama Juni, disusul oleh Carolina Selatan dengan 200 persen, dan Arkansas 179 persen. Peningkatan ganda juga dialami Alabama, Alaska, Idaho, Nevada, Carolina Utara, Oklahoma, Oregon serta Utah.


Secara nasional, kasus COVID-19 di AS naik sedikitnya 46 persen dan kematian juga naik sebesar 21 persen. Dalam enam bulan sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali melaporkan klaster misterius kasus pneumonia di Wuhan, lebih dari 500 ribu orang meninggal akibat virus corona, termasuk 126 ribu lebih warga Amerika.

Respons pemerintah yang kuat, karantina wilayah yang ketat, serta kewajiban penggunaan masker di tempat umum membantu mengendalikan pandemi di sebagian besar negara Asia dan Eropa.

Sementara itu, dalam sepekan terakhir 21 negara bagian AS melaporkan tingkat orang yang terbukti positif COVID-19 di atas 5 persen, yang ditandai WHO sebagai hal memprihatinkan. Arizona mencatat tingkat tertinggi di negara tersebut dengan 24 persen.

Sedangkan kasus COVID-19 yang peningkatannya kurang dari 10 persen selama Juni hanya terjadi di empat negara bagian, yakni New York, Massachusetts, Connecticut dan New Jersey. New York, yang pernah menjadi episentrum epidemi AS, mengalami lonjakan sekitar enam persen pada Juni, tingkat terendah di negara tersebut, setelah penguncian ketat dan jaga jarak sosial diterapkan guna membantu mengatasi penyakit tersebut.

Tren penularan kasus corona di AS terus meningkat meski Negeri Paman Sam telah memasuki era new normal, di mana pemerintah federal dan negara bagian telah mencabut serangkaian kebijakan pembatasan pergerakan.

Bahkan ahli penyakit menular AS, Anthony Fauci, mengatakan kepada Kongres bahwa penanganan virus corona di Negeri Paman Sam berjalan ke arah yang salah. Fauci bahkan mengatakan bahwa pemerintah belum bisa mengendalikan penularan virus corona di AS.

Bukan hanya itu, Fauci juga memperingatkan bahwa kasus corona baru bisa bertambah dua kali lipat menjadi 100 ribu per hari jika pihak berwenang gagal mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk mengendalikan penularan COVID-19.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts