Kisah Kehamilan Pada Anak Remaja Jadi Kontroversi, 'Dari Jendela SMP' Kena Tegur KPI
TV

Sinetron terbaru SCTV bertajuk 'Dari Jendela SMP' mendapatkan teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Sementara sebelumnya, alur cerita dalam sinetron tersebut sempat jadi kontroversi.

WowKeren - Belum lama ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan perhatian khusu pada sinetron terbaru SCTV yang bertajuk "Dari Jendela SMP". Hal itu tak lain dikarenakan KPI menerima aduan bahwa sinetron yang dibintangi Sandrinna Michelle dan M. Fahreyza Anugrah Efrianda alias Rey Bong tersebut dianggap tak pantas tayang di televisi.

Mengingat sinetron ini diangkat dari Novel Karya Mira W yang didalamnya ada adegan remaja hamil. Lantaran menjadi kontroversi, belum sampai dua pekan setelah penayangan perdananya pada Senin (29/7), kini "Dari Jendel SMP" mendapatkan teguran dari KPI.

Dalam surat teguran yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, Rabu (8/7) dijelaskan bahwa sinetron tersebut mengandung muatan cerita tentang hubungan asmara dua pelajar SMP yakni Joko dan Wulan. Dalam hubungannya, digambarkan adegan dan dialog tentang kehamilan di luar nikah, rencana pernikahan dini, serta perawatan bayi setelah melahirkan.


Kendati demikian, isi cerita dan visual dalam sinetron tersebut dianggap kurang pantas untuk dikonsumsi remaja atau anak-anak. “Ceritanya memberikan contoh yang tidak baik terkait pacaran di sekolahan, perbicangan kehamilan di usia yang sangat muda tanpa ada klarifikasi-klarifikasi yang menegaskan tentang kehamilan tersebut yang bisa dipandang sebagai pendidikan reproduksi,” tegas Agung.

Kendati demikian, pihak KPI meminta agar SCTV lebih memperhatikan lagi dalam memilih adaptasi sinetron. Agung mengimbau SCTV untuk memperhatikan faktor penonton dan juga kemungkinan efek negatifnya.

Hingga berita ini ditulis, ada keterangan langsung dari pihak SCTV terkait hal tersebut. Sementara itu, warganet menduga bahwa teguran itu diberikan lantaran desakan dari publik yang kurang menyuai sinetron tersebut. Mengingat bahwa SCTV telah meminta izin ke KPI sebelum sinetron tersebut tayang perdana di layar kaca.

"Aku rasa teguran ini keluar bukan murni dari KPI tapi karena desakan netijen indonesia...," tulis eorang netter dnegan menambahkan emoji tertawa. "Benar sekali, padahal menurut gw ga ada adegan 18+," sahut netter yang lain. "Sebelum tayang di TV kan udah ada izin ke KPI kan ya?. Jadi bener keknya karna netizen," timpal netter yang lain.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts