Gagal Penuhi Target Jokowi, Khofifah Ungkap Prestasi Lain Jatim Atasi Corona Dalam 2 Pekan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Presiden Joko Widodo memberikan target 2 pekan untuk Jatim menekan laju penyebaran wabah COVID-19. Namun meski sudah jatuh tempo nyatanya angka kasus positif di Jatim masih sangat tinggi.

WowKeren - Presiden Joko Widodo memberi target kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menekan laju penyebaran wabah COVID-19 dalam 2 pekan. Deadline ini muncul usai kurva wabah Corona di wilayah tersebut meningkat signifikan, terutama di Surabaya Raya.

Namun nyatanya tantangan yang dilontarkan pada 25 Juni 2020 itu tak bisa terpenuhi. Sebab 14 hari berlalu setelahnya, perkembangan kasus Corona di Jatim masih mengkhawatirkan, bahkan hari ini melaporkan sampai lebih dari 500 kasus.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun angkat bicara soal gagal terpenuhinya target dari sang presiden. Dan mantan Menteri Sosial itu pun membenarkan bahwa perkembangan wabah Corona di Jatim masih sangat dinamis.

"Jadi sama-sama kita melihat bahwa angka terkonfirmasi COVID-19 di Jatim masih terus dinamik," kata Khofifah usai menerima bantuan alat pelindung diri (APD) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (9/7). Oleh karenanya, kembali Khofifah mengingatkan agar warga Jatim meningkatkan kedisiplinan atas protokol kesehatan yang berlaku.


"Saya meminta kepada masyarakat untuk tetap menegakkan protokol COVID-19," jelas Khofifah, dilansir dari Detik News. "Karena angkanya masih dinamik."

Namun demikian, Khofifah menilai masih ada satu prestasi yang diukir Jatim kendati gagal memenuhi target yang dipasang Jokowi. Yakni perihal pasien sembuh yang terus meningkat dalam rentang waktu dua pekan tersebut.

Menurut Khofifah, dalam dua minggu ini, ada 2.150 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh. Bahkan kemarin, Rabu (8/7), Jatim menjadi provinsi dengan pasien sembuh terbanyak se-Indonesia, meski jumlah kasus positif yang dilaporkan juga ada di peringkat satu.

"Saya mau menyampaikan dalam 14 hari terakhir yang sembuh di Jatim ini 2.150 pasien COVID-19 dalam pelayanan tenaga kesehatan kita di 14 hari terakhir," ungkap Khofifah. "Saya rasa ini adalah satu prestasi yang sudah didedikasikan oleh seluruh tenaga kesehatan kita. Kita semua harus ucapkan terima kasih baik dokter, nakes, para medis kita."

Pada kesempatan itu, Khofifah mewakili Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim menerima bantuan APD. Paket bantuan in terdiri atas 10 ribu buah masker N95 dan 5 ribu buah baju APD hazmat yang disalurkan oleh Yayasan Pelangi Hidup Bersama (YPHB) serta USB Gold.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts