Philip Morris sendiri menyebut jika penjualan rokoknya tinggal 706,7 miliar batang sepanjang 2019 lalu. Yang mana, jumlah ini turun sebanyak 4,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 14 Juli 2020 - 15:27 WIB
WowKeren - Philip Morris International (PMI) memprediksi jika penjualan rokok di seluruh dunia akan terus menurun hingga akhirnya berhenti dalam beberapa tahun mendatang. Hal itu berdasarkan jumlah perokok aktif yang dianggap semakin berkurang.
Selama beberapa tahun ke depan, diperkirakan konsumsi rokok akan turun sebesar 3 persen setiap tahun. Philip Morris sendiri menyebut jika penjualan rokoknya tinggal 706,7 miliar batang sepanjang 2019 lalu. Yang mana, jumlah ini turun sebanyak 4,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sehingga mereka menyiapkan langkah antisipasi dengan IQOS. IQOS merupakan rokok elektrik yang telah dimodifikasi dan rendah risiko. IQOS sendiri diklaim memiliki risiko yang lebih rendah dibanding rokok konvensional, sebagaimana dikatakan oleh Vice President Strategic and Scientific Communications PMI) Moira Gilchrist.
Klaim ini, sudah didasarkan pada uji klinis yang dilakukan oleh pihaknya terhadap perokok dewasa. Uji klinis ini dilakukan selama kurun waktu 3 bulan.
"Kami memperhatikan mereka dengan sangat hati-hati untuk memastikan bahwa mereka tinggal dengan kelompok mereka," ujar Moira. "Ditugaskan untuk penelitian jangka panjang, yaitu selama tiga bulan, di mana mereka pulang dan mereka datang kembali ke klinik untuk mengukur kadar bahan kimia dalam darah dan urin mereka."
Dari studi tersebut, Moira mengklaim jika IQOS mampu mengurangi penggunanya terpapar 15 bahan kimia berbahaya ke level yang mendekati perokok yang berhenti merokok.
"Studi-studi tersebut menunjukkan paparan terhadap IQOS sangat, sangat sedikit," lanjut Moira. "Dengan tingkat paparan bahan kimia berbahaya dan berpotensi berbahaya sama dengan yang kami ukur pada mereka yang berhenti sepenuhnya selama penelitian."
(wk/zodi)