Wali Kota Bandung Oded M. Danial menuturkan jika status biru tak seharusnya membuat masyarakat lengah dalam menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 15 Juli 2020 - 14:50 WIB
WowKeren - Perayaan Idul Adha tahun ini sepertinya akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Adanya pandemi COVID-19 yang masih belum usai membuat perayaan Idul Adha kali ini harus memperhatikan sejumlah protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19.
Tim Satgas Pemeriksa Hewan Kurban Pemkot Bandung bahkan telah diterjunkan untuk itu. Tim yang terdiri dari 100 personel tersebut bertugas untuk memastikan hewan kurban yang disembelih dalam keadaan sehat.
"Total sekitar 100 orang petugas ini akan kita sebar ke semua lokasi," kata Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar. Satgas ini ada yang bertugas ante mortem yakni memeriksa pada saat hewan masih hidup dan ada pos mortem setelah hewan disembelih."
Upaya pencegahan penularan juga dilakukan dengan memetakan lokasi penjualan hewan kurban. Gin Gin menyebut jika pihaknya sudah melakukannya. Hingga kini, ada 212 lokasi penjualan hewan kurban di Bandung.
Tak hanya itu, mereka juga diberi amanat untuk mengkampanyekan agar warga tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Idul Adha. Hal itu terlepas dari status Bandung yang sudah berstatus zona biru.
Wali Kota Bandung Oded M. Danial menuturkan jika status ini tak seharusnya membuat masyarakat lengah dalam menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Ia tak ingin jika peringatan Idul Adha justru memunculkan klaster baru.
"Saya tidak mau ada klaster baru dari proses pelaksanaan Idul Adha ini," kata Oded melalui keterangannya, Rabu (15/7). "Paling prinsip, masker jangan sampai lepas. Gunakan sarung tangan dan terapkan social distancing. Kita harus fit."
Gin Gin menyebut jika pihaknya telah membagikan surat edaran Kementerian Pertanian perihal teknis pelaksanaan Idul Adha. Mulai dari teknis penjualan hingga mengurus hewan kurban. Di tempat penjualan misalnya. Penjual harus menyediakan tempat cuci tangan dan menggunakan APD.
"Kalau harus dipotong di tempat tinggal masing-masing, kita sarankan petugas atau panitia untuk membentuk satu kelompok pemotongan agar terpusat," ujarnya. "Pendistribusian juga tidak bergerombolan."
(wk/zodi)