Digadang-gadang Bakal Jadi Kepala Gugus Tugas, Sandiaga Uno Buka Suara
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Bedanya dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang sudah ada, Gugus Tugas yang baru ini nantinya akan lebih difokuskan untuk memulihkan ekonomi.

WowKeren - Sudah menjadi rahasia umum jika pandemi COVID-19 di Indonesia turut membuat perekonomian negara terpuruk. Bahkan, Indonesia tengah dibayang-bayangi oleh ancaman resesi.

Untuk mengatasi ancaman krisis itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi disebut-sebut tengah menyiapkan unit kerja baru berupa Gugus Tugas. Bedanya dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang sudah ada, Gugus Tugas yang baru ini akan lebih fokus untuk memulihkan ekonomi.

Dilansir Kumparan, Sabtu (18/7), salah satu yang digadang-gadang untuk menjadi Kepala Gugus tugas adalah salah seorang menteri di Kabinet Indonesia Maju. Selain itu, muncul pula nama seorang pengusaha muda yang juga sekaligus merupakan politisi, Sandiaga Uno.

Terkait hal ini, Sandiaga pun buka suara. Ia mengatakan jika sampai detik ini belum ada pembahasan mengenai hal tersebut.

"Belum," kata Sandiaga dalam webinar seperti dilansir Kumparan. "Kami hanya memberikan satu pemikiran, dari beberapa sesi yang saya lakukan bagaimana kita memulihkan ekonomi kita."


Lebih lanjut, ia pun menegaskan jika dirinya saat ini tidak berada di dalam pemerintahan. Ia hanya berdiskusi dengan sejumlah pihak untuk mengatasi situasi ekonomi di Indonesia yang kian mengkhawatirkan.

"Saya enggak mau berandai-andai, karena saya ini sekarang di luar pemerintahan," lanjut Sandiaga menjelaskan. "Saya bersama teman-teman yang lain, saya diskusi, dengan Kwik Kian Gie, untuk mengatasi situasi ekonomi yang sangat mengkhawatirkan ini, ada DPR teman saya di Komisi XI, banyak saya sampaikan."

Terkait ancaman resesi yang menghantui Indonesia, Sandiaga mengatakan jika hal itu sangat mungkin terjadi. Apalagi jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tak kunjung membaik.

"Bisa dipastikan bahwa kita akan memasuki technical recession," ujar mantan Wakil Gubernur DKI tersebut. "Karena secara teknis bisa disebut terminologi kalau kita berturut-turut dua kuartal mengalami negatif."

Sementara itu, negara tetangga Indonesia, Singapura, telah lebih dulu masuk ke jurang resesi akibat kontraksi ekonomi yang cukup dalam. Resesi ini pun diprediksi akan menular ke negara-negara ASEAN termasuk RI.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts