Pencarian untuk Palestina di Apple Maps dan Google Maps menunjukkan garis besar untuk wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat. Akibatnya, Apple dan Google dituding melakukan tindak pro Israel.
- Luthfiatun Nisa
- Minggu, 19 Juli 2020 - 13:40 WIB
WowKeren - Belakangan ini media sosial kembali dihebohkan dengan kabar penghapusan negara Palestina dari tampilan peta digital di Apple dan Google. Namun faktanya, kedua perusahaan itu memang belum pernah mencantumkan nama Palestina ke wilayah yang seharusnya milik kekuasaan negara tersebut dalam peta.
Pencarian untuk Palestina di Apple Maps dan Google Maps menunjukkan garis besar untuk wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat. Garis wilayah itu membentang dari Hebron di selatan ke Jenin di utara, dan dari Yerusalem ke perbatasan Yordania. Hanya saja, tidak ada label Palestina untuk wilayah tersebut.
Siapapun yang mencari Palestina di Google Maps sekarang akan diarahkan ke wilayah geografis yang bernama Israel. Wilayah Israel ditandai di peta, berpotongan dengan garis-garis yang menggambarkan wilayah Palestina. Wilayah Israel ditandai di peta, berpotongan dengan garis-garis yang menggambarkan wilayah Palestina.
Klaim bahwa keberadaan Palestina sudah dihapus dari peta digital berasal dari posting Instagram yang viral oleh seorang pengguna bernama "Astagfirvlah" pada 15 Juli lalu. Akun tersebut menuduh Apple dan Google secara resmi mengeluarkan Palestina dari peta daring, hingga menimbulkan kegemparan publik. Bahkan hingga kini, tagar #SavePalestine masih terus digaungkan di media sosial.
Dilansir dari Republika, faktanya Palestina memang tidak pernah dicantumkan sama sekali, bukan "pernah ada" atau "dihapus" keberadaannya sebagaimana klaim yang ditujukan. Hanya saja, jika pengguna mengklik nama wilayah, seperti Jalur Gaza atau Tepi Barat, maka keterangan akan menunjukan wilayah ini merupakan salah satu kota di Palestina yang dideklarasikan pada 1988. Hal tersebut telah diberlakukan sejak 2013, ketika Google mengikuti keputusan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sebagai informasi tambahan, Google maupun Apple tidak segera menanggapi tuduhan penghapusan wilayah Palestina tersebut. Namun, bagian dari situs webnya didedikasikan untuk menyatakan batas-batas yang disengketakan, dengan ketentuan: "Batas yang disengketakan ditampilkan sebagai garis abu-abu putus-putus. Tempat-tempat yang terlibat tidak menyetujui batas."
Yang jelas, ini bukan pertama kalinya Google dituduh menghapus nama Palestina dari layanan peta. Pada 2016, sebuah petisi Change.org mengklaim bahwa semua yang menyebut Palestina telah dihapus atas desakan pemerintah Israel. Keterangan petisi itu menyatakan dua pendiri Google memiliki hubungan dekat dengan Israel dan para pemimpinnya.
Sementara itu, Palestina bukanlah satu-satunya negara yang "hilang" dari peta. Sejumlah negara lainnya yang juga tak tercantum di peta digital antara lain Seakand yang terketak 13 Km dari garis pantai Inggris, kemudian Crimea yang terletak di pantai utara Laut Hitam dan menjadi satu-satunya perbatasan darat dengan Ukraina utara, lalu Republik Lakotah, Barotseland, serta Republik Murrawarri.
(wk/luth)