Presiden Turki Erdogan, melakukan kunjungan mendadak ke Hagia Sophia pada Minggu (19/7) kemarin. Sidak tersebut dilakukan jelang salat Jumat perdana yang bakal digelar 24 Juli mendatang.
- Nidya Putri
- Senin, 20 Juli 2020 - 09:41 WIB
WowKeren - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, melakukan kunjungan mendadak ke Hagia Sophia pada Minggu (19/7) kemarin. Kunjungan tersebut dilakukan Erdogan usai menetapkan bangunan tersebut sebagai masjid 2 minggu lalu.
Dilansir AFP, Senin (20/7), kunjungan Erdogan itu dinilai sebagai inspeksi mendadak. Ia dilaporkan berkeliling bangunan melihat proses renovasi dan perbaikan untuk digunakan sebagai masjid.
Rencananya, masjid Hagia Sophia bakal menggelar salat Jumat perdana pada 24 Juli mendatang. Oleh karena itu, simbol-simbol Kristen di dalam Hagia Sophia akan ditutup dengan tirai saat memasuki waktu salat, dan akan dibuka kembali selepas itu.
"Tujuan kami adalah untuk tidak merusak peninggalan dan simbol arsitektur bersejarah dari bangunan itu," kata juru bicara Erdogan, Ibrahim Kalin. Terkait kehadiran Erdogan pada salat Jumat perdana tersebut masih belum diketahui. Selain itu ia juga menegaskan meskipun Hagia Sophia telah difungsikan kembali menjadi masjid, namun bangunan yang sebelumnya museum tersebut akan tetap terbuka untuk umum.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, menolak kecaman Uni Eropa atas keputusan Presiden Erdogan yang mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Cavusoglu mengatakan masalah itu merupakan bagian dari kedaulatan nasional.
Cavusoglu menegaskan bahwa hal ini adalah masalah yang menyangkut hak-hak kedaulatan Turki. Dalam lanjutan keterangannya, Cavusoglu juga berpendapat bahwa ada beberapa masjid di Spanyol yang merupakan anggota Uni Eropa yang telah diubah menjadi gereja.
Seperti yang diketahui, Hagia Sophia mulanya adalah gereja Kristen Romawi dan Kristen Ortodoks yang dibangun oleh Kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium, di Kota Konstantinopel (Istanbul) yang berada di tepi Selat Bosporus. Namun, pada 1453, Sultan Muhammad al Fatih (Mehmet II) merebut Konstantinopel dari tangan Kekaisaran Byzantium. Dia lantas mengubah Hagia Sophia menjadi masjid.
Setelah Kekhalifahan Utsmaniyah atau Ottoman runtuh pada 1924 digantikan Republik Turki, bangunan itu diubah menjadi museum pada 1935 oleh Presiden Kemal Ataturk yang berpaham nasionalis sekuler.
(wk/nidy)