Kemarau Hingga Curah Hujan Tinggi, BMKG Ungkap Keunikan Iklim di Indonesia
Pixabay
Nasional

Dinamika iklim dan cuaca yang khas merupakan imbas dari posisi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa. Selain itu, Indonesia juga terletak di antara dua samudera besar.

WowKeren - Di tengah memasuki musim kemarau, ada sejumlah wilayah di Indonesia yang justru masih mencatat curah hujan yang tinggi. Curah hujan tinggi tak jarang memicu terjadinya bencana banjir, seperti yang terjadi di Luwu Utara, Sulawesi Selatan belum lama ini.

Perihal dua kondisi iklim yang berbeda ini pun juga telah dibenarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG menyatakan jika wilayah RI bagian selatan telah memasuki musim kemarau. Sedangkan daerah yang ada di sekitaran ekuator masih berpotensi curah hujan tinggi.

Dinamika iklim dan cuaca yang khas ini, merupakan imbas dari posisi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa. Selain itu, Indonesia juga terletak di antara dua samudera besar. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

"Keunikan ini karena wilayah Indonesia berada di sekitar garis ekuator serta diapit oleh dua Samudera dan dua Benua besar," ujar Dwikorita seperti dilansir Antara, Senin (20/7). "Menjadikan Indonesia yang merupakan negara kepulauan, memiliki dinamika cuaca dan iklim yang khas."


Ia kemudian mencontohkan iklim yang kontras itu. Ketika hampir sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan dilanda musim kemarau, namun wilayah Indonesia bagian tengah seperti Maluku hingga Papua justru berpotensi mengalami curah hujan tinggi.

"Contohnya, pada saat musim kemarau melanda hampir di sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan," ujarnya melanjutkan. "Wilayah Indonesia bagian tengah mulai Sulawesi Tengah, Maluku hingga Papua bagian utara malah berpotensi mendapatkan curah hujan relatif tinggi dalam dua dasarian (20 hari) ke depan."

Sedangkan menurut pantauan BMKG, musim kemarau di Indonesia diprediksi akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Dari 342 daerah Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 64 persen ZOM telah memasuki musim kemarau hingga pertengahan Juli.

Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Deputi Klimatologi BMKG, Herizal. Kondisi ini tak lepas dari dominasi sirkulasi angin Monsun Australia yang bersifat kering dan bertiup dari arah Timur-Tenggara.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait