Erdogan Soal Kisruh Hagia Sophia: Ini Masalah Kedaulatan Turki!
Dunia

Hingga kini keputusan pemerintah Turki dan Presiden Erdogan untuk memfungsikan kembali Hagia Sophia menjadi masjid memang masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik.

WowKeren - Presiden Erdogan menegaskan bahwa mengubah Hagia Sophia menjadi masjid adalah masalah terkait kedaulatan Turki. Seperti yang diketahui, keputusan pemerintah Turki dan Presiden Erdogan untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid memang masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik.

Dalam keterangannya, Presiden Erdogan menekankan tak ada yang bisa ikut campur mengenai masalah kedaulatan internal negaranya. Terkait reaksi asing mengenai pembukaan Hagia Sophia untuk tempat ibadah, Erdogan mengatakan reaksi dari luar negeri tidak akan mengganggu keputusan Turki yang sudah bulat.

"Beberapa dari mereka (pihak asing) sudah berbicara dengan saya. Saya telah memberikan jawaban yang diperlukan mereka. Biarkan saja pandangan positif dan negatif. Keputusan Hagia Sophia ini adalah masalah kedaulatan kami," tutur sang Presiden.

Erdogan juga menyebut kalau pengembalian status Hagia Sophia menjadi masjid setelah jeda 86 tahun adalah hak bangsa Turki sendiri. "Keputusan ini tak hanya penting bagi Turki, tetapi penting bagi dunia Islam," imbuh Erdogan.


Presiden Erdogan lantas menuturkan bahwa rakyat Turki senang dan bahagia Hagia Sophia diubah menjadi masjid. Erdogan mengaku sebenarnya pembebasan Hagia Sophia dari belenggu museum adalah impian terbesar masa mudanya. "Kami juga bahagia dan senang sudah mewujudkan impian masa muda kami itu," paparnya.

"Ini benar-benar kerinduan rakyat Turki yang telah mengambil tugas ini dalam pemerintahan. Kerinduan ini telah terpenuhi," pungkasnya.

Di sisi lain, pada 10 Juli lalu Erdogan mengeluarkan keputusan terkait memfungsikan kembali Hagia Sophia yang berada di Istanbul sebagai masjid. Pengumuman Erdogan disampaikan setelah Majelis Negara Turki mengumumkan membatalkan keputusan kabinet pada 1934 dan kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid.

Majelis Negara Turki pada 2 Juli lalu menggelar sidang dengar pendapat dengan Asosiasi Perlindungan Monumen Bersejarah dan Lingkungan Turki soal usul untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia sebagai masjid. Selama ini, Hagia Sophia memang berstatus menjadi museum sejak beberapa dekade silam.

Keputusan ini menuai kekecewaan dari beberapa negara. Kendati demikian, Erdogan mengatakan warga bisa melakukan ibadah di Hagia Sophia mulai 24 Juli mendatang. Salat pertama di Hagia Sophia disiapkan untuk menampung 1.000-1.500 jemaah di dalam dan di luar masjid. Meski begitu, Erdogan memastikan Hagia Sophia tetap terbuka untuk umum di luar waktu salat.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait