Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan tetap melaksanakan ibadah haji secara terbatas di tengah wabah COVID-19. Pelaksanaan haji ini akan dimulai pada 29 Juli 2020 mendatang.
- Nidya Putri
- Selasa, 21 Juli 2020 - 09:14 WIB
WowKeren - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan tetap melaksanakan ibadah haji secara terbatas tahun ini mulai 29 Juli mendatang. Hal ini disebabkan adanya wabah virus corona (COVID-19) yang masih belum mereda.
Dilansir AFP, Selasa (21/7), ibadah haji tahun ini harus dilakukan dengan pengawasan ketat terutama soal kesehatan. Para petugas dan calon haji harus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan.
Sedangkan calon haji yang dibolehkan beribadah hanya mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan tidak mempunyai penyakit bawaan. "Pelaksanaan wukuf di Arafah yang menjadi puncak ibadah haji jatuh pada Kamis," demikian isi pernyataan Mahkamah Agung Saudi yang dikutip oleh kantor berita Saudi Press Agency.
Arab Saudi membatasi umat Muslim yang bisa menunaikan ibadah haji sebesar seribu orang. Warga asing yang dibolehkan berhaji hanya mereka yang sudah berada di Saudi sebelum pemberlakuan penguncian wilayah atau pembatasan kegiatan.
Untuk para pendatang haji ilegal nantinya akan siap dikenakan sanksi berupa denda sebesar 10.000 riyal atau sekitar Rp 38 juta. Denda yang diterima oleh pelanggar, akan berlipat ganda menjadi 20.000 riyal Saudi (USD 5.332) apabila pelanggaran itu berulang.
Keputusan Saudi menggelar haji secara terbatas mendapat tanggapan beragam. Beberapa kalangan seperti Liga Muslim Dunia dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendukung keputusan Saudi.
Akan tetap sejumlah pihak telah menyatakan kekecewaannya karena merasa tidak diajak berunding terkait permasalahan itu. Selain itu, banyak pihak masih meragukan kemampuan Saudi dalam mengendalikan penyebaran wabah COVID-19.
Sementara itu, hingga kini kasus positif COVID-19 di Arab telah mencapai 253.349 orang, tertinggi di antara negara-negara kawasan Teluk. Sementara pasien yang meninggal mencapai 2.523 orang.
Sebab, ibadah haji diwajibkan untuk ditunaikan sekali dalam seumur hidup bagi umat Muslim yang dinilai mampu secara finansial, fisik dan mental. Meski demikian, Saudi beralasan tetap bisa melayani jemaah calon haji dalam jumlah terbatas di masa pandemi.
(wk/nidy)