7 Pelaku Bongkar Peti Jenazah Corona Jadi Buron, Polisi Khawatirkan Ini Jika Masih Berkeliaran
Twitter
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebanyak 7 pelaku yang ikut membongkar peti jenazah pasien virus corona di Pasuruan menjadi buronan. Polisi mengaku khawatir dengan hal ini jika mereka masih berkeliaran.

WowKeren - Aksi sejumlah warga Pasuruan yang nekat membongkar peti jenazah pasien virus corona (COVID-19) pada Kamis (16/7) lalu telah menghebohkan publik. Polisi hingga saat ini masih turut memburu sejumlah pelaku dalam aksi tersebut.

Polres Pasuruan telah menangkap 4 tersangka yang membuka peti jenazah tersebut. Keempat tersangka itu kini telah ditahan. Mereka berinisial Am (40), Sh (45), SS (37) dan Rh (37) yang merupakan warga Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Namun, polisi masih mengejar 7 tersangka lainnya yang menjadi buronan. Ketujuh tersangka tersebut saat ini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Tujuh DPO tersebut adalah AK (35), Ms (40), St (40), NH (45), Sl (45), Mi (44), dan Ek (35). Semuanya berasal dari Desa Rowogempol kecuali Mi yang diketahui dari Desa Branang.

Polisi lantas mendesak 7 buronan yang terlibat dalam aksi pembongkaran peti jenazah virus corona agar segera menyerahkan diri. Pasalnya, polisi khawatir jika mereka masih berkeliaran karena dinilai berpotensi menularkan virus corona ke masyarakat.


”Kami imbau para DPO silakan menyerahkan diri ke Polres Pasuruan Kota. Akan kami lakukan rapid test atau swab test,” kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman di Mapolres, Senin (20/7). “Jangan sampai para DPO ini juga terpapar COVID-19 dan bahkan berkeliaran ke mana-mana menulari masyarakat lainnya.”

Ketujuh buronan itu disebutkan polisi bisa membawa virus corona mengingat aksi mereka yang bersentuhan dengan jenazah pasien COVID-19. Terlebih, mereka juga ikut memindahkan dan bahkan menguburkan jenazah pasien virus corona tersebut tanpa menerapkan standar protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah.

”Para DPO dan juga para tersangka bersama-sama melakukan aksi. Ada yang mengadang ambulans, mengeluarkan peti dari ambulans,” jelas Arman. “Ada yang membawa ke masjid untuk disalatkan, ada yang membuka peti dan mengambil jenazah, ada juga yang mengajak warga mendatangi RSUD waktu itu.”

Sebelumnya Arman mengungkapkan fakta baru mengenai alasan sejumlah warga nekat membongkar peti jenazah COVID-19. Rupanya, hal tersebut dipicu oleh hoaks yang menyebutkan jika penanganan jenazah pasien virus corona tidak sesuai dengan syariat Islam.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts