Diklaim 'Siap Produksi', Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Belum Pasti Bisa Digunakan Akhir Tahun 2020
AP
Health

Hasil positif dari uji coba membuat pihak Oxford berharap vaksin sudah dapat digunakan pada akhir tahun ini. Mereka berharap satu juta dosis vaksin dapat diproduksi pada September 2020.

WowKeren - Universitas Oxford di Inggris menyampaikan kemungkinan vaksin Covid-19 dapat digunakan pada akhir tahun 2020. Sebelumnya, tim uji coba mengungkap bahwa vaksin bisa tersedia paling awal September 2020.

Kendati demikian, Sarah Gilbert selaku ketua pengembang vaksin dari Universitas Oxford mengatakan bahwa pihaknya belum bisa benar-benar memberikan kepastian terkait target tersebut. "Target bahwa vaksin ini dapat dikeluarkan pada akhir tahun, merupakan salah satu kemungkinan, tetapi tentunya belum ada kepastian soal itu, karena ada tiga hal yang masih perlu dipenuhi," kata Sarah Gilbert.

Gilbert mengatakan, ada tiga faktor yang harus dipenuhi untuk merealisasikan kemungkinan ini. Menurutnya, vaksin harus terlebih dahulu menunjukkan kemanjuran pada tahap akhir pengujian, perlu diproduksi dalam jumlah besar, dan pemerintah pun harus secepatnya memberi izin penggunaan vaksin untuk kebutuhan darurat. Tiga faktor itu menjadi kuncinya.

"Tiga faktor ini harus dilalui terlebih dahulu sebelum kita dapat melihat banyak orang divaksin," kata Gilbert.

Hal serupa juga dinyatakan oleh salah satu profesor Universitas Oxford, John Bell. Menurut keterangannya, salah satu faktor terpenting adalah mengumpulkan orang-orang yang terpapar virus dalam jumlah besar, kemudian melakukan uji coba secara massal.


"Faktor paling penting, kami dapat mengumpulkan orang yang terpapar virus dalam jumlah cukup, ditambah dengan jumlah vaksin yang memadai, sehingga kami dapat mengetahui apakah vaksin itu dapat mencegah penyakit dan tetap aman digunakan," kata John Bell.

Calon vaksin Covid-19 buatan Oxford yang hak patennya diberikan kepada Astra Zeneca itu memang dilaporkan berhasil menciptakan respons imun atau kekebalan pada uji coba klinis awal, sebagaimana ditunjukkan dalam hasil penelitian pada Senin (20/7) lalu. Hasil positif itu membuat pihak Oxford berharap calon vaksin tersebut sudah dapat digunakan pada akhir tahun ini.

Sejumlah ilmuwan Oxford berharap satu juta dosis vaksin sudah dapat diproduksi pada September 2020. Meskipun kerja sama dengan Astra Zeneca memungkinkan rencana itu terwujud, angka prevalensi atau jumlah pasien positif Covid-19 di Inggris yang menurun menyulitkan proses pengujian khasiat vaksin.

Uji klinis vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford saat ini berlangsung di Brasil dan Afrika Selatan. Amerika Serikat juga mulai berpartisipasi dalam uji coba tersebut.

Sejauh ini, belum ada vaksin Covid-19 yang mendapat persetujuan untuk digunakan. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa Astra Zeneca mengembangkan salah satu calon vaksin yang potensial.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait