Penugasan tiga imam dan lima muazin tersebut dilakukan oleh Direktorat Urusan Agama Turki, Diyanet, menjelang salat Jumat perdana di Hagia Sophia pada hari ini (24/7).
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 24 Juli 2020 - 13:39 WIB
WowKeren - Direktorat Urusan Agama Turki, Diyanet, menunjuk tiga imam dan lima muazin sekaligus untuk bertugas di Hagia Sophia. Kepala Direktorat Urusan Agama Turki, Ali Erbas, mengatakan tiga imam tersebut adalah Mehmet Boynukalin, Ferruh Mustuer dan Bunyamin Topcuoglu.
Penunjukan tiga imam dan lima muazin ini dilakukan oleh Diyanet menjelang salat Jumat perdana di Hagia Sophia pada hari ini (24/7). Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan turut bergabung bersama ribuan jemaah lainnya dalam salat Jumat perdana ini.
Pada 10 Juli lalu Erdogan mengeluarkan keputusan terkait memfungsikan kembali Hagia Sophia yang berada di Istanbul sebagai masjid. Pengumuman Erdogan disampaikan setelah Majelis Negara Turki mengumumkan membatalkan keputusan kabinet pada 1934 dan kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid.
Majelis Negara Turki pada 2 Juli lalu menggelar sidang dengar pendapat dengan Asosiasi Perlindungan Monumen Bersejarah dan Lingkungan Turki soal usul untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia sebagai masjid. Selama ini, Hagia Sophia memang berstatus menjadi museum sejak beberapa dekade silam.
Upaya Turki untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid sebenarnya sudah dilakukan sejak 2005. Dua tahun lalu Mahkamah Konstitusional Turki sempat menolak usulan tersebut.
Namun keputusan Turki untuk menfungsikan kembali Hagia Sophia sebagai masjid menuai kekecewaan dari beberapa negara. Kendati demikian, Presiden Erdogan sendiri telah menegaskan bahwa mengubah Hagia Sophia menjadi masjid adalah masalah terkait kedaulatan Turki. Keputusan pemerintah Turki dan Presiden Erdogan untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid memang masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik.
Adapun yang memprotes keputusan Erdogan tersebut adalah Amerika Serikat, Yunani, Rusia, hingga Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO). Pasalnya, bangunan yang terletak di tepi Selat Bosporus, Istanbul itu awalnya adalah gereja yang dibangun Kekaisaran Byzantium dan sempat dikuasai Kekaisaran Romawi, saat mereka menguasai Turki sekitar 1.500 tahun lalu.
Meski begitu, dalam pidatonya Presiden Erdogan memastikan bahwa ikon Kristen akan tetap terpasang di Hagia Sophia, meski bangunan itu telah beralih fungsi menjadi masjid. Ia juga menyatakan fungsi masjid tak menjadikan Hagia Sophia hanya eksklusif untuk umat Muslim.
(wk/luth)