WHO Sebut Tuduhan AS Soal Kompromi dengan Tiongkok Tak Dapat Diterima
Dunia

Respons ini muncul setelah As mengkritik WHO selama berbulan-bulan, menangguhkan dana hibah, dan mulai menarik AS dari lembaga PBB itu. AS juga kerap menyebut WHO sebagai boneka Tiongkok.

WowKeren - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan tuduhan Amerika Serikat tidak benar dan tidak dapat diterima. Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dilaporkan mengatakan Tedros membuat kesepakatan dengan Tiongkok yang mempengaruhi keputusan organisasi naungan PBB tersebut.

"Pernyataan itu tidak benar dan tidak dapat diterima dan tanpa dasar apa pun mengenai hal itu," kata Tedros saat merespons pertanyaan di konferensi pers di Jenewa seperti dikutip dari Al Jazeera pada Jumat (24/7).

Respons ini muncul setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengkritik WHO selama berbulan-bulan, menangguhkan dana hibah, dan mulai menarik AS dari lembaga PBB itu. Washington juga kerap menyebut WHO sebagai boneka Tiongkok.

Tedros lantas mengatakan fokus seluruh WHO adalah menyelamatkan nyawa. Dirjen WHO itu kembali menegaskan salah satu ancaman terbesar krisis saat ini adalah politisasi pandemi. "WHO tidak akan terganggu oleh komentar-komentar ini dan kami tidak ingin masyarakat internasional terdistraksi," paparnya.


Tedros juga menekankan pentingnya tanggung jawab individu dalam upaya menahan laju penyebaran virus corona di seluruh dunia. Ia menyoroti gelombang wabah terbaru berkorelasi dengan klub malam dan pertemuan sosial. "Kami meminta semua orang memperlakukan keputusan tentang kemana mereka pergi, apa yang mereka lakukan dan siapa yang mereka temui, sebagai keputusan hidup dan mati," kata Tedros.

Kepala teknis WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerkhove yang seorang warga negara Amerika juga melawan tuduhan terhadap lembaga PBB tersebut. "Saya tidak pernah lebih bangga menjadi bagian WHO, saya melihat langsung setiap hari kerja Dr Tedros, yang tim kami lakukan, seluruh dunia lakukan," kata Van Kerkhove.

Di sisi lain, sebelumnya dalam sebuah pertemuan tertutup dengan Anggota Parlemen Inggris di London, Mike Pompeo mengatakan WHO telah menjadi lembaga politik. Ia menuduh keputusan-keputusan WHO dipengaruhi kesepakatan antara Tedros dan Tiongkok yang membantunya menjadi kepala organisasi tersebut.

"Ketika dorongan semakin mendesak, ketika benar-benar yang paling penting, (orang-orang tewas) karena kesepakatan yang dibuat," kata Pompeo dalam pernyataannya di depan anggota parlemen.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait