Prabowo Mau Beli 15 Jet Tempur, DPR Sebut Anggaran Tak Tercatat di APBN
Nasional

Jet tempur yang akan dibeli Prabowo bisa dipakai selama 30 tahun. Namun, perlu dicatat jika Typhoon telah digunakan oleh angkatan perang Austria selama 17 tahun

WowKeren - Rencana Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto untuk membeli sejumlah jet tempur bekas menuai sorotan. Prabowo berniat untuk membeli satu skuadron atau 15 unit pesawat jet tempur jenis Eurofighter Thypoon bekas Austria.

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP TB Hasanuddin mengaku pihaknya belum pernah diajak berdiskusi masalah ini. "Sampai detik ini belum ada pemberitaan resmi, apalagi diajak diskusi meminta persetujuan dari Pak Prabowo kepada DPR," kata dia dalam webinar yang digelar ICW, Senin (27/7).

Bukan hanya itu, Hasanuddin menyebut jika dalam APBN pun tidak ada tercantum rencana pembelian jet tempur bekas tersebut. "Dan di dalam rencana APBN tahun ini, apalagi tahun depan itu tidak pernah dicantumkan rencana pembelian Thypoon ini," tambahnya.

DPR bukan satu-satunya yang tidak diajak bicara mengenai rencana ini. Hasanuddin pun telah menghubungi PT Dirgantara Indonesia, dan mendapati jika PT DI tak pernah diajak bicara dengan Prabowo. Padahal, PT DI selama ini bekerjasama dengan Kemhan ihwal pengadaan alutsista.


Tak cukup sampai di situ, pihak TNI pun bahkan, dikatakan Hasanuddin, juga tidak dilibatkan dalam pembahasan rencana tersebut. Padahal sebagai pengguna alutsista, TNI harusnya menjadi pihak yang diajak berbicara mengenai rencana ini.

"Berdasarkan rancangan strategis pembangunan pertahanan dan keamanan barang apapun yang namanya alutsista maka harus diusulkan oleh user dalam hal ini TNI," tegas Hasanuddin. "Sampai hari ini tidak pernah usulkan beli alutsista itu."

Sementara itu, jet tempur yang akan dibeli Prabowo bisa dipakai selama 30 tahun. Namun, perlu dicatat jika Typhoon telah digunakan oleh angkatan perang Austria selama 17 tahun. Sehingga usia pemakaiannya hanya tinggal belasan tahun saja. Itu pun juga memerlukan perawatan yang tidak murah.

"Kebutuhan angkatan bersenjata Austria untuk bisa maintenance ini mereka hitung kurang lebih memerlukan biaya sekitar 5 miliar Euro atau kurang lebih Rp 85 triliun untuk masa pemakaian selama 13 tahun," ujarnya. "Atau kira-kira Rp 6,5 triliun per tahun."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts