Sebagai informasi, POP Kemendikbud merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi para guru untuk meningkatkan kualitas peserta didik dengan menggandeng banyak organisasi.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 29 Juli 2020 - 10:14 WIB
WowKeren - Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapat kritik dari sejumlah pihak. Organisasi masyarakat Islam seperti PP Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama bahkan diketahui telah mundur dari program yang digagas Mendikbud Nadiem Makarim tersebut.
Nadiem lantas menyampaikan permintaan maafnya kepada NU, Muhammadiyah, dan PGRI atas kisruh POP ini. Dalam keterangannya, Nadiem berharap ketiga organisasi terbesar itu dapat kembali bergabung dalam POP Kemendikbud.
"Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program," terang Nadiem pada Selasa (28/7). "Yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna."
Selain itu, Nadiem juga mengucapkan terima kasihnya kepada organisasi lain yang turut bergabung dalam POP Kemendikbud. Mantan CEO Gojek tersebut berharap kerja sama pihaknya dan organisasi-organisasi bisa bermanfaat.
"Sekali lagi, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian besar terhadap program ini," kata Nadiem. "Kami yakin penguatan gotong-royong membangun pendidikan ini dapat mempercepat reformasi pendidikan nasional yang diharapkan kita semua."
Pemintaan maaf Nadiem tersebut lantas disambut baik oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Kasiyarno. Namun demikian, permintaan maaf Nadiem tak serta merta mengubah sikap Muhammadiyah yang telah mundur dari POP.
"Kami sudah punya keputusan bulat. Jadi sekalipun menteri sudah buat pernyataan minta maaf, itu baik," jelas Kasiyarno dilansir Kumparan pada Rabu (29/7). "Tapi Muhammadiyah tetap tidak ikut dalam program (POP)."
Menurut Kasiyarno, dengan sikap yang telah bulat, Muhammadiyah juga menolak datang dalam diskusi yang membahas POP pada Selasa (28/7) malam. "Karena sudahlah dianggap selesai saja," ujar Kasiyarno.
Sebagai informasi, POP Kemendikbud merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi para guru untuk meningkatkan kualitas peserta didik dengan menggandeng banyak organisasi. Dari 4.464 ormas yang mengajukan proposal, terdapat 156 ormas yang lolos seleksi evaluasi.
(wk/Bert)