Sudah Sembuh dari Corona, Penyintas di AS Ini Tetap Alami 3 Gejala Aneh Berikut
Health
Pandemi Virus Corona

Seorang pasien sembuh COVID-19 di Amerika Serikat mengaku mengalami sejumlah gejala klinis yang aneh dan menakutkan beberapa bulan setelah ia dinyatakan sembuh.

WowKeren - Sejauh ini sudah ada 17 juta lebih orang di berbagai penjuru dunia yang terinfeksi COVID-19. Namun laman worldometers.info menyatakan sebanyak 10.716.850 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

Sudah Sembuh dari Corona, Penyintas di AS Ini Tetap Alami 3 Gejala Aneh Berikut

worldometers.info

Pengidap COVID-19 sendiri sedianya merasakan sejumlah gejala klinis seperti batuk, demam, hingga sesak napas. Namun nyatanya ada beberapa penyintas yang mengaku merasakan gejala-gejala "aneh" bahkan setelah dinyatakan negatif terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Adalah Elizabeth Moore, seorang penyintas COVID-19 asal Amerika Serikat yang mengaku mengalami sejumlah gejala aneh beberapa waktu belakangan. Gejala ini baru ia rasakan beberapa bulan sesudah dinyatakan pulih dari infeksi virus Corona.

"Saya bisa merasakannya di tubuh saya entah dari mana," ujar Moore, seperti dilansir dari Daily Star pada Kamis (30/7). "Sensasi mendengung, terburu-buru seperti ini, kesemutan di tanganku, terutama di sebelah kiriku, tetapi juga aku rasakan di kedua sisi."


Menurut Moore, ia tak memiliki masalah medis lain sampai saat ini. Namun gejala aneh seperti kesemutan yang dialaminya membuatnya kesulitan tidur, bahkan kerap terbangun dalam kondisi terengah-engah.

Bahkan gejala menakutkan ini, imbuh Moore, sudah coba diredam dengan pemberian kompres air dingin di bagian punggung misalnya, namun tidak berarti apa-apa. Jantungnya pun kerap berdegup kencang hingga menimbulkan nyeri.

"Saya benar-benar mengira saya mengalami serangan jantung atau stroke," terang Moore. "Seperti itulah rasanya bagi saya. Itu menakutkan."

Selain mengalami gejala-gejala aneh itu, Moore juga merasakan sejumlah sensasi "menyakitkan" lain. Seperti misalnya kelelahan ekstrem, kabut otak, hingga masalah pencernaan.

Namun Moore membenarkan tak ada gejala COVID-19 yang menyerupai infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan demam yang ia rasakan pasca dinyatakan negatif. Justru gejala-gejala aneh yang mengarah ke indikasi stroke atau gangguan jantung ini yang dirasakan.

Untuk diketahui pula, berbagai penelitian sudah menyebutkan ada komplikasi serius yang bisa dialami bagi pasien COVID-19. Bahkan COVID-19 ini sering meninggalkan "jejak" berupa kerusakan organ permanen, seperti pada paru-paru.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts